RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Dipecat, Dua Legislator Golkar Protes NH

Reporter:

Muchtar Suma

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Maret 2018 06:00
Dipecat, Dua Legislator Golkar Protes NH

Partai Golkar

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Legislator Partai Golkar DPRD Kabupaten Gowa, Kasim Sila dan Legislator DPRD Sulsel, Hj Rismawati Kadir Nyampa menyampaikan protes atas pengusulan pemecatannya kepada Plt Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH).

Hal ini seiring adanya usulan pemecatan terhadap beberapa orang kader Beringin yang berdomisili di Gowa. Kasim mengatakan, NH semakin memperlihatkan ketidakpantasannya menjadi seorang pemimpin apalagi menjadi panutan dan pengayom orang banyak.

“Sosok seperti NH dalam memimpin Golkar Sulsel sama sekali tidak mempedomani aturan dan norma-norma yang ada. Dia main sapu saja sesuka hatinya, kalaupun itu melenceng dari aturan dan ketentuan yang ada,” ujarnya, Selasa (6/3).

Menurut anggota DPRD dari Dapil IV ini, sangat bahaya orang seperti ini diberi amanah. “Kita ketahui, negara kita adalah negara hukum yang di dalamnya ada hak Asasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Jadi kalau ada yang dianggap keluar dari rel maka pemimpin yang baik mengarahkan dan dibina bukan dimatikan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, kalaupun cara-cara persuasif dalam pembinaan telah dilakukan tapi mereka tetap tidak mengindahkannya maka tindakan tegas itu jangan juga tebang pilih.

“Kalau terpaksa tindakan tegas diambil harus juga adil jangan tebang pilih dong, seperti Ketua DPRD Sulsel, Muh Roem yang juga sangat jelas mendukung dan mensosialisasikan Cabup yang bukan usungan atau dukungan Golkar di Kabupaten Sinjai. Termasuk Maqbul Halim yang saya dengar jadi Jubir Cawalkot DP di Makassar yang mana Golkar mengusung Appi-Cicu. Ada apa dengan ini semua, biarlah masyarakat Sulsel yang menilainya,” ketusnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Sulsel, Rismawati Kadir menyatakan, komitmennya untuk loyal sudah ditanamkan sejak dulu.

“Sejak kecil orang tua saya sudah mendidik dan mengajarkan kepada saya untuk loyal atas sebuah komitmen. Jadi kalau pilihan saya mendukung pasangan di luar usungan Golkar di Pilgub Sulsel dan dianggap melanggar saya siap menerima konsekuensinya asal sesuai koridor dan bersifat adil,” pungkasnya. (*)


div>