RABU , 17 OKTOBER 2018

Diperkosa Separatis, Guru di Pedalaman Papua Dibesuk Mendikbud

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 24 April 2018 06:29
Diperkosa Separatis, Guru di Pedalaman Papua Dibesuk Mendikbud

Mendikbud Muhadjir Effendy saat memantau kondisi toilet SMP YPPK St Bernardus Timika, Senin (23/4). (SELVIANI BU’TU/RADAR TIMIKA/Jawa Pos Group)

PAPUA, RAKYATSULSEL.COM – Belasan guru yang bertugas di pedalaman Kabupaten Mimika sudah berhasil dievakuasi ke Kota Timika, Papua. Guru yang sempat menjadi korban sandera dan pemerkosaan anggota kelompok kriminal separatis (KKSB) Papua itu dibesuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Kedatangan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu atas perintah dari Presiden Jokowi. Sebab sang presiden mendapatkan laporan guru yang bertugas di Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika jadi korban sandera. Bahkan lebih dari itu salah satu dari mereka diperkosa secara bergantiani oleh anggota separatis.

“Saya diutus presiden untuk meninjau dan membesuk. Terutama mereka yang mengalami masalah akibat dari separatis itu,” ungkap Muhadjir kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke SMP Negeri 2 Mimika.

Mendikbud tengah memertimbangkan guru kontrak yang sudah berkorban banyak untuk anak bangsa itu agar menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Apalagi pengorbanan mereka sampai mempertaruhkan nyawa dan kehormatan. “Semua itu tidak sepenuhnya wewenang dari Kemendikbud, tapi melibatkan antar kementerian,” jawab Muhadjir.

Dia berharap usai melaporkan kondisi guru korban sandera separatis itu akan mendapat penghargaan yang menggembirakan dari Presiden Jokowi.

Para guru yang menjadi korban kekerasan KKSB saat dievakuasi dari Aroanop, Distrik Tembagapura ke Timika, Kamis (19/4) lalu (KRISTOFORUS DUTEREM/RADAR TIMIKA)

Diketahui sebelumnya pekan lalu, sejumlah anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) melakukan teror ke Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Saat teror itu mereka menyerang salah satu sekolah dan menyandera belasan guru di sana. Para guru tersebut guru yang dikirimi dari luar Papua. Mereka ditugaskan untuk mengajar anak bangsa di pedalaman Papua.

Ketika disandera, belasan guru itu disiksa oleh separatis hingga ada yang menjadi korban pemerkosaan secara keji.

(iil/jpg/JPC)


div>