SENIN , 22 JANUARI 2018

Diputusin Pacar, Pria Ini Menangis Teriak-Teriak lalu Tewas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 03 Mei 2017 11:58
Diputusin Pacar, Pria Ini Menangis Teriak-Teriak lalu Tewas

Jenazah Yongki Kristian Aba (22) yang tewas tergantung saat dievakuasi anggota polisi di Desa Desa Sigi, Selasa (2/5) pukul 14.30 WIB. (Emanuel Liu/Kalteng Pos)

RAKYATSULSEL.COM – Penemuan sesosok mayat membuat heboh warga Desa Sigi Pasiran, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Mayat yang diketahui bernama Yongki Kristian Aba (22) ini tergantung di pohon dekat genangan air bekas galian tambang, Selasa (2/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Yongki keseharinnya bekerja di pabrik puya (zircon) di kawasan setempat. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diduga nekat mengkahiri hidupnya dengan cara gantung diri setelah diputusan sang pujaan hati yang sedang kuliah di Jawa.

Menurut keterangan warga sekitar, sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, beberapa hari terakhir Yongki memang terlihat frustrasi. “Dia (Yongki) seperti teriak sendiri dan kami juga sangat bingung dengan perubahan sikapnya tersebut selama ini,” kata Helwin, warga Desa Sigi Pasiran saat berbincang dengan Kalteng Pos di lokasi kejadian, kemarin (2/5).

Menurut Helwin, Yongki sudah dua tahun bekerja di pabrik puya (zircon) yang terletak di Desa itu. Pada pagi harinya mereka mendapatkan informasi dari warga terkait dengan penemuan mayat tersebut. Dengan tidak menunggu lama, mereka kemudian memastikan kondisi mayat tersebut sebelum akhirnya melaporkan kepada kepolisian Polsek Kahayan Tengah.

Tak berselang lama, Kapolsek Kahayan Tengah Iptu Hariyanto dan anggota bersama tim identifikasi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian mengevakuasi korban menuju Puskesmas guna menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil olah TKP sementara dan keterangan dari para saksi, pada intinya korban nekat mengakhiri hidupnya diduga motifnya adalah putus cinta. Selain itu sementara kita belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Hariyanto lagi.

Berdasarkan pantauan terakhir terlihat jenazah korban sudah dibawah menuju Puskesmas untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Kita lihat pemeriksaan yang akan dilakukan nanti, apabila ada ada tanda-danda baru maka akan melakukan autopsi,” kata Hariyanto

Sementara keterangan yang diperoleh dari rekan sekamar Andre, Senin (1/5) sekitar pukul 22.00 WIB masih berada satu kamar dengannya. Korban kemudian keluar dari rumah dan menghilang, pada akhirnya ditemukan tewas gantung diri.

“Kami benar-benar merasa kehilangan Yongki. Memang selama ini dia terkadang menangis dan berteriak seperti patah hati begitu,” kata rekan korban saat dibincangi koran ini di lokasi kejadian saat itu.


div>