JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Direktur BMS Juga Bantah Sepakati Pungli di PTPN XIV Burau

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 29 Maret 2017 22:28
Direktur BMS Juga Bantah Sepakati Pungli di PTPN XIV Burau

ILUSTRASI

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Setalah Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur Muharif, membantah terlibat Pungli di PTPN XII, kini Giliran Direktur Bumi Maju Sawit (BMS), Akmal Landau juga menyangkal terlibat Pungli di PTPN XIV Burau.

Menurut Akmal, ia juga hadir saat rapat penentuan harga buah Tandan Segar Sawit (BTS), dan telah pula menanda tangani berita acara kesepakatan tersebut.

Tapi seingatnya tidak ada kesepakatan yang ditanda tangani menyangkut pungutan uang satu rupiah perkilo sawit yang dijual.

“Satu poin saja yang kita sepakati yaitu penetapan harga TBS, yang lainnya tidak ada,” ujarnya.

Akmal beranggapan bisa jadi ada oknum yang sengaja menambah poin kesepakatan dari satu poin menjadi dua poin. Ia mengaku baru mengetahui ada poin kedua tersebut setelah kasus ini bergulir di kepolisian.

Jika benar adanya, bukan tidak mungkin kasus yang awalnya diduga hanya terjadi pungli tersebut, akan merembes pada pemalsuan dokumen dan pemalsuan tanda tangan.

Ia malah meminta penyidik mengusut tuntas kasus ini sehingga bisa mengungkap siapa dalang pemalsuan dokumen tersebut

Terpisah, Manager PTPN Burau, Jainal Daud dalam pesan yang disampaikannya lewat WhatsApp mengatakan “Saat itu (tahun 2014,red) bukan saya yang menjabat, melainkan Bapak H.M.Rusli Arsyad. Jadi saya tidak tahu persis kronologisnya,” Tulis Jainal di WA Massanger miliknya.

Kadis Pertanian Lutim Muharif, sebelumnya juga mengaku tanda tangan nya di berita acara tersebut adalah tanda tangan Palsu.

“Betul nama saya, namun bukan tanda tangan saya,” ujar Kadis Pertanian, Muharif.

Muharif menjelaskan, dia hanya menandatangani berita acara yang didalamnya hanya memuat satu kesepakatan saja yakni terkait penetapan harga.

Namun pada kenyataannya, belakangan berita acara tersebut memuat 2(dua) kesepatakan yang satunya lagi memuat tentang pemotongan harga 1 Rupiah tiap kilogram TBS.

“Poin kedua itu tidak ada saat saya tanda tangani berita acara yang disepakati awalnya,” kuncinya


div>