SELASA , 12 DESEMBER 2017

Direktur DPI : Survei Indo Barometer Itu Pesanan dan Menyesatkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 17 November 2017 12:58
Direktur DPI : Survei Indo Barometer Itu Pesanan dan Menyesatkan

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Survei Indo Barometer mengumumkan hasil survei terbaru Pilgub Sulsel yang menempatkan elektabilitas pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) diposisi teratas ketimbang figur lain dinilai tidak rasional.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia (DPI), Dedi Alamsyah Mannaroi. Dia berpendapat bahwa survei Indo Barometer tidak rasional. Sehingga ia menilai, hasil tersebut bersifat pesanan dan menyesatkan publik.

“Saya anggap survei Indo Barometer bersifat pesanan dan menyesatkan. Itu hasil tidak selaras dengan survei,” kata Dedi saat ditemui di Anjungan Pantai Losari, Kamis (16/11/2017) kemarin.

Menurutnya, survei tersebut juga dianggap tak adil. Lanjut dia, kenapa hanya hasil NA kesukaan publik dengan sebutan “The profesor” di hasil survei menjadi pilihan meningkatkan elektabikitas.

“Buat survei yang cerdas sedikit dong. Karna hasil ini tak selaras. Kalau memang pintar atau kecerdasan intelektual menjadi tolak ukur kesukaan publik, kok hanya NA 11,2 kesukaan publik,” tuturnya.

Dia menegaskan, tetap pada pendirian, yakni elektabikitas NA masih dibawa kandidat lain karena survei yang di publis Indo Barometer jauh dari fakta.

“Saya juga pada pendirian, Nurdin Abdullah takan menang. Saya juga tantang jika NA kalahkan IYL, NH atau Agus,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari hasil survei. NA-ASS unggul telak dengan 26,0%, urutan kedua ditempati pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan 16,8%, Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz) 11,6%, dan pasangan Agus-Aliyah hanya 5,4%.

“Responden tidak jawab ada 14,9%, rahasia 2,6%, dan belum memutuskan 22,8%. Jadi memang masih tinggi sekali yang belum bersikap,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari dalam jumpa persnya di Makassar, Kamis (16/11/2017) kemarin. (*)


div>