SENIN , 10 DESEMBER 2018

Dirut BPJS Kesehatan Puji Direktur RS Wisata UIT

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 24 Februari 2018 20:48
Dirut BPJS Kesehatan Puji Direktur RS Wisata UIT

MoU antara BPJS Kesehatan dengan Forum Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) di Jakarta (24/1). foto: ist for rakyatsulsel.

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Dr Fahmi Idris memberikan apresiasi kepada Direktur Rumah Sakit Wisata UIT Makassar dr Marhen Hardjo atas inovasinya selama memimpin.

Walau baru sebulan sudah banyak hal positif yang sudah ditorehkan khususnya tidak ada lagi miss komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan pengguna BPJS yang selama ini menjadi persoalan klasik di rumah sakit.

Fahmi menilai, selain itu Marhaen punya visi jelas menjadikan Makassar sebagai kota bertaraf internasional melalui program Medical Tourism. Dimana Rumah Sakit Wisata UIT melakukan pembenahan baik sumber daya manusia serta peralatan penunjang di sela-sela Memorandum of Understanding (MoU) antara BPJS Kesehatan dengan Forum Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) di Jakarta (24/1).

Mendapat pujian dari Direktur Utama BPJS Kesehatan ini, tidak membuat jumawa Marhaen yang merupakan pakar stem cell dunia ini, malah jadikan motivasi untuk bisa terus berkarya memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Rumah Sakit Wisata UIT dengan support rekan sejawat dokter umum, dokter spesialis, perawat serta paramedis lainnya di tunjang jajaran direksi rumah sakit serta dukungan Yayasan UIT yang selalu seiring sejalan.

“Inovasi teranyar yang dilakukan dr Marhaen Hardjo adalah peremajaan alat medis, misalnya hemodialisa dan penunjang lainnya serta akan diberlakukan pemakaian barcode buat seluruh pasien baru serta terintegrasi dengan semua pelayanan baik poliklinik, IGD, perawatan, apotek serta farmasi,” ujar dr Wachyudi Muchsin SH, Kepala Divisi Penunjang Pelayanan Medik Komite Kesehatan Lain Rumah Sakit Wisata UIT.

“Inovasi ini semua akan bermuara pada pelayanan pasien serta kesejahteraan dokter, perawat, dan paramedis,” tambah dr Yudi yang juga Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar ini. (***)


div>