RABU , 21 NOVEMBER 2018

Disdag Akui Elpiji 3 Kg Salah Peruntukan

Reporter:

Editor:

MA

Kamis , 30 Agustus 2018 08:20
Disdag Akui Elpiji 3 Kg Salah Peruntukan

Gas Elpiji 3 Kg (ilustrasi) (foto:int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar terus melakukan pengawasan dan penindakan penjualan Elpiji bersubsidi 3 Kilogram (Kg) di sejumlah titik, baik di tingkat pangkalan maupun di tingkat agen Pertamina.
Meski demikian Disdag tak memungkiri jika penjualan gas tabung berbentuk melon tersebut, masih banyak tak sesuai peruntukkannya. Dimana Elpiji 3 Kg ini dijual untuk warga miskim, namun kerap dijualbelikan ke pengusaha makanan ataupun laundry.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muh Yasir, mengatakan, pihaknya menduga penjualan di tingkat agen dan pangkalan masih kerap menjual Elpiji 3 Kg dalam jumlah besar ke sejumlah pengusaha. Padahal, pemerintah sudah melarang melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 26 tahun 2009.
“Kita tidak menampik masih ada penjualan Elpiji 3 Kg tak sesuai peruntukkannya, makanya kita akan terus mengawasi dan mengimbau kepada agen dan pangkalan agar tertib aturan,” tegas Yasir, Rabu (29/8).
Yasir menjelaskan, untuk meningkatkan pengawasan terkait kelangkaan gas Elpiji 3 Kg, pihaknya menggandeng Kepolisian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa agen yang ditenggarai menjual Elpiji tak sesuai peruntukkan.
“Kami minta peran serta masyarakat termasuk rekan-rekan media bila menemukan pemakaian Elpiji 3 Kg dimana pemakainya bukan yang haknya agar kami tindak lanjuti,” ungkapnya.
Yasir mengatakan, distribusi Elpiji dari agen ke pangkalan hingga hari ini tidak ada kendala. Dari hasil sidak, rata-rata setiap agen mendistribusikan Elpiji 3 Kg sebanyak 100 tabung per hari.
“Kita minta kepada Pertamina untuk memberikan data agen dan pangkalan ke kami (Disdag) agar kami juga tahu, sehingga bisa mengawasi secara maksimal,” geram Yasir.
Sementara, Unit Manager Comm dan CSR Pertamina VII, Roby Hervindo, mengatakan, stok Elpiji 3 Kg di Kota Makassar hingga saat ini mencukupi untuk warga. Untuk 12 hari kedepan, Pertamina menjamin pasokan gas bisa terpenuhi.
“Kalau di wilayah Makassar di pangkalan kami memeriksa itu stok tersedia, 35 tabung per hari. Kami tengarai kelangkaan ada di tingkat pengecer,” ujarnya.
Roby menjelaskan, pangkalan Elpiji yang berada di Makassar mencapai 1.400 lebih, sehingga pihaknya menyakini dengan jumlah stok 35 tabung per hari perpangkalan dinilai cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau penimbunan kami tak punya data, itu wilayahnya kepolisian. Untuk tidak tepat sasaran sangat mungkin salah satu alasan kelangkaan,” ujarnya
Dari data Pertamina, warga miskin yang berhak mendapat Elpiji 3 Kg berjumlah 120 ribu kepala keluarga, sementara ketersedian Elpiji 3 Kg dalam sebulan mencapai 1,4 juta tabung.
“Kalau dihitung per bulan tiap kepala keluarga kategori miskin bisa mendapat 11 tabung per bulan. Artinya, warga miskin dapat Elpiji 3 Kg lebih dari cukup,” bebernya.
Terpisah, Pengawas Agen PT Putra Gas Mandiri, Baharuddin, menyatakan, jumlah Elpiji 3 Kg yang didistribusikan dari Pertamina ke agen tempatnya bekerja tidak mengalami perubahan.
“Jumlahnya sama seperti biasa. Tiap hari Pertamina rutin mengirimkan pasokan Elpiji 3 Kg ke kami. Rata-rata tujuh truk per hari. Setiap truk tersebut memuat 560 tabung gas,” tuturnya.
Ribuan Elpiji 3 Kg yang masuk ke agen yang berlokasi di Jl Lembeh, Kecamatan Wajo ini, akan langsung didistribusikan kepada sekira 100 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah di Kota Makassar.
“Selain pangkalan kami juga tetap melayani konsumen dari masyarakat yang ingin membeli tabung di sini,” ujarnya.
Diketahui Disdag Kota Makassar melakukan sidak di beberapa agen dan pangkalan Elpiji, diantaranya Agen PT Putra Gas Mandiri di Jl Lembe dan PT Swadaya Ina Pratama di Jl Bandang. (D)


Tag
div>