SELASA , 11 DESEMBER 2018

Disdag-Diskop UKM Saling Harap

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 April 2018 11:30
Disdag-Diskop UKM Saling Harap

kantor balaikota (ist)

* Urus Cabai Lorong pada Program BULo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Usaha Lorong (BULo) terutama pengelolaan Cabai Lorong merupakan program yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar yang perlu mendapat perhatian, baik dari proses penanaman, produksi cabai hingga proses pemasaran.

Namun sayang, Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi UKM yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang menjadi penanggung jawab, justru saling mengharapkan dalam membantu Kelompok Tani Lorong (Poktanrong) mengelola cabai.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Andi Muh Yasir mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan pelatihan dan pembinaan pasca panen yang dilakukan oleh Poktanrong agar mendapat wawasan tentang bagaimana mengelola hasil panennya.

“Kita (Disdag) itu hanya pembinaan dan pelatihan agar Poktanrong ini tahu mau diapakan setelah panen, untuk itu kita harap Diskop mengambil peran untuk tindak lanjut bagaimana pembinaa dan pemasaran,” jelas Andi Muh Yasir, Senin (2/4) kemarin.

Ia beralasan, Dinas Koperasi mengambil alih peran pembinaan dan pemasaran karena ada slogan tentang BULo dari mereka untuk mereka dan oleh mereka. “Kita harap Dinas Koperasi mewadahi mereka (Poktanrong),” kata Andi Muh Yasir.

Ditambahkan, peran Disdag dalam BULo ini hanya memberikan pelatihan kepada Poktanrong khusunya dalam pengelolaan cabai pasca panen sehingga Poktanrong mengetahui pengolahan cabai.

“Kita beri pelatihan tentang bagaimana membuat cabai, tanpa bahan pengawet,” ujar Andi Muh Yasir.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evi Aprialty mengatakan bahwa untuk pemasaran berada di bagian Dinas Perdagangan bukan dipihaknya. Justru pihaknya hanya membantu dalam promosi oleh Poktanrong.

“Kalau kami hanya pada kelembagaannya, BULo. Tapi untuk pemasaran itu Dinas Perdagangan,” ucap Evi Aprialty.

Meski begitu, lanjut Evi pihaknya tetap membantu meski BULo sudah mengelola cabai untuk dipasarkan baik melalui Waralaba ataupun dengan melalui Expo atau promosi lainnya.

“Ini sudah banyak UKM dari BULo Dinas Koperasi fasilitasi pemasarannya, baik melalui kelompok atau melalui media,” kata Evi.

Ia mengatakan bahwa Dinas Koperasi hanya mengambil alih untuk pengeloaannya saja. Pasalnya, untuk pasca panen pihaknya tidak memiliki tempat untuk menampung hasil panen tersebut.

“Tahun lalu sudah banyak yang promosi, cuma tidak semua berupa cabe full, ada yang dikombinasi dengan makanan lainnya, seperti kacang pedas, kerupuk pedas dll. Tidak boleh hanya dibina dan pelatihan terus, harusnya dipikirkan juga kalau usaha atau hasilnya banyak ditampung dimana,” lanjut Evi. (*)


div>