SENIN , 25 JUNI 2018

Disdag Makassar Bakal Gelar Pasar Murah di 3 Kecamatan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 22 Mei 2018 11:15
Disdag Makassar Bakal Gelar Pasar Murah di 3 Kecamatan

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar tahun? ini bakal membuka pasar murah bersubsidi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ujung Tanah, Rappocini dan Biringkanaya. Pasar murah ini adalah kegiatan rutin pemerintah kota dengan menyasar masyarakat yang kurang mampu.

Kepala Bidang Perdagangan, Ikhsan NS mengatakan, tahun ini jatah alokasi anggaran untuk pasar murah hanya Rp300 juta dan jumlah itu hanya cukup untuk menggelar pasar murah di tiga kecamatan.

Padahal tahun sebelumnya, pelaksanaan pasar murah dilaksanakan di enam kecamatan, yaitu Tallo, Makassar, Panakkukang, Tamalate, Manggala, dan Mariso.

“Segera ditender, dokumennya sementara di masukkan di ULP. Semoga berkasnya sudah lengkap. Pagu anggarannya Rp300 juta,” kata Ikhsan, Senin (21/5) kemarin.

Lanjutnya, masing-masing kecamatan nantinya akan mendapatkan 2000 paket sembako, yang dialokasikan untuk masyarakat prasejahtera. Untuk itu data dari pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan sebelum kupon itu dibagikan.

“Ini untuk mengantisipasi, jangan sampai kita salah sasaran,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Andi Muh Yasir menambahkan selama bulan suci ramadhan, pihaknya akan rutin melakukan pemantauan harga komoditi. Pasalnya, menjelang ramadhan kenaikan harga komoditi dipasaran kerap diambang batas.

“Kita pantau dua minggu sekali, dan intens kita laksanakan,” singkatnya.

Selain melakukan pemantauan harga pasar, dia juga bakal melakukan sidak dengan terus berkoordinasi dengan tim inflasi daerah untuk menjaga kestabilan harga, khususnya harga komoditi bawang putih.

Selain itu, cabai merupakan salah satu komoditi yang diprediksi akan naik menjelang ramadhan. Namun, harga cabai di Makassar tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, ada beberapa daerah yang menjadi penyangga penghasil cabai, seperti Maros, Gowa, dan Enrekang.

“Kalau cuaca baik Insya Allah kenaikan harga cabai tidak mengkhawatirkan. Tidak seperti tahun lalu, karena intensitas cukup tinggi dan lama,” ujar Yasir. (*)


div>