RABU , 15 AGUSTUS 2018

Disdag Perketat Pengawasan Ruko

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 29 Maret 2018 11:30
Disdag Perketat Pengawasan Ruko

Kepala Disperindag Kota Makassar, A. Muh.Yasir (int)

* Antisipasi Pengalihan Fungsi Jadi Gudang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar terus memantau aktivitas pergudangan yang kerap menjadi penyebab kemacetan hingga penyelundupan barang-barang ilegal. Kini, Disdag juga mengawasi rumah toko (Ruko) yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan.

Kepala Disdag Kota Makassar, Andi Muh Yasir menginginkan pihaknya menyisir semua tempat yang terindikasi ruko dijadikan gudang di tengah kota.

“Saya masih yakin, mungkin masih ada Gudang (dalam kota) yang belum terpantau oleh kami, mungkin tempatnya tidak seperti gudang tapi ruko jadi gudang. Olehnya itu, partisipasi masyarakat kalau ada bisa dilaporkan,” jelas Andi Muh Yasir, Rabu (28/3) kemarin.

Saat ini, lanjut Yasir, pihaknya rutin menginformasikan ke semua para pelaku usaha yang memiliki gudang tentang aturan atau regulasi. “Banyak pula gudang yang menutup sendiri tanpa harus ditindak, karena pada dasarnya mereka memiliki gudang juga di parangloe, tapi aturan gudang dalam kota tidak sampai ke mereka,” kata Muh Yasir.

Ia berharap tidak hanya dari tim Disdag yang melakukan pengawasan melainkan juga peran masyarakat dan media dalam menyampaikan informasi keberadaan ruko yang dijadikan gudang. “Pengawasan kita terbatas, karena tidak hanya gudang tetapi banyak yang mesti diawasi,” ucap Andi Muh Yasir.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Disdag Kota Makassar, Syahruddin mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya masih dalam gudang ekspidisi darat.
“Gudang ekspedisi udara belum saya sentuh, mereka setelah ketemu asosiasi mereka sudah kerjasama dengan darat, tapi itu kecil karena yang paling besar itu ekspedisi darat,” ujar Syahruddin.

Terkait regulasi kawasan pergudangan, Dinas Penenaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) hanya memberikan izin kepada dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.

Menurut dia, di dua daerah tersebut juga tidak semua dapat dibanguni gudang.
“Jadi sistem kita itu, hanya dua kecamatan yang dikeluarkan izin pembangunan gudang yakni Tamalanrea dan Biringkanaya,” tandasnya. (*)


div>