SELASA , 23 OKTOBER 2018

Disdik Anggarkan Rp851 Juta, Untuk Buku Referensi Pendidikan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 25 Juni 2018 11:30
Disdik Anggarkan Rp851 Juta, Untuk Buku Referensi Pendidikan

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memantau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Athirah, Jl Kajolalido, Makassar, beberapa waktu lalu. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menganggarkan pembelian buku referensi pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Hasbi mengatakan, bahwa pihaknya telah menganggarkan Rp851 juta, untuk keperluan dan kelengkapan buku perpustakaan untuk 17 sekolah dasar (SD).

“Untuk jumlah banyaknya yang akan dibeli saya tidak tahu, saya baru masuk, coba kita tanya Kabidnya,” singkat Hasbi, Minggu (24/6) kemarin.

Ia mengatakan, bahwa pengadaan buku referensi tersebut terbagi atas tiga jenis buku dimana masing-masing buku berbeda jumlahnya. Selain itu, peruntukan buku referensi tersebut tidak hanya untuk murid SD, tapi juga sebagai buku referensi untuk Guru dan Kepala Sekolah.

“Buku ini bukan buku sesuai kurikulum, tapi hanya buku referensi, seperti buku cerita dan yang lain,” kata Hasbi.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kota Makassar, Linda mengatakan, bahwa pengadaan buku oleh Dinas Pendidikan yang akan diberikan kepada murid SD tersebut terbagi atas tiga yakni buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan.

“Kita sebarkan di SD dan juga sebagai buku pegangan (referensi) sekolah,” ujar Linda.

Ia menjelaskan, bahwa pengadaan buku ini sesuai permintaan dari sekolah masing-masing yang dituangkan dalam data pokok pendidikan atau dikenal dengan Dapodik.

Selain itu, pengadaan buku ini sesuai anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat melalui anggaran dana khusus atau DAK dan dilaksanakan tiap tahun sesuai kebutuhan.

“Tidak semua sekolah dapat, tergantung kalau kebutuhan (sekolah) kurang ya dikasi,” ucap Linda.

Terkait total jumlah pengadaan buku, Linda juga mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlah buka yang akan di adakan. Pasalnya pengadaan buku tersebut dalam jumlah besar dan terdiri dari beberapa paket.

“Banyak sekali, satu paket itu banyak sekali saya tidak hapal,” tutupnya. (*)


div>