RABU , 14 NOVEMBER 2018

Disdik Makassar Genjot Pembangunan Smart Toilet

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Kamis , 25 Oktober 2018 09:00
Disdik Makassar Genjot Pembangunan Smart Toilet

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menggenjot pembangunan smart toilet di 15 kecamatan. Pasalnya, proyek ini ditargetkan bisa rampung paling lambat Desember nanti, sementara masa kerja kontraktor kurang dari tiga bulan.

“Sudah jalanmi itu, bisa di cek di sekolah-sekolah,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Makassar, Linda, Rabu (24/10).

Kata Linda, proyek pembangunan smart toilet sekolah di 15 kecamatan berjalan lancar dan tidak ada yang mengalami gagal lelang. Masa kontraknya juga berbeda-beda di masing-masing kecamatan, paling lama yaitu sekitar tiga bulan.

Harapannya, lanjut Linda, proyek ini bisa rampung 100 persen tepat waktu. Sebab, jika tidak maka kontraktor akan di denda 1/1000 dikali nilai kontraknya. “Kita denda kalau belum rampung, karena menyalahi kontrak,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Hasbi mengatakan proyek pembangunan smart toilet tersebut sudah mengalami perkembangan atau on progres. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan terkait pelaksanaan proyek tersebut.

“Sudah on progres semua, tapi untuk lebih detailnya sama bidangnya karena dia yang lebih tahu. Pengawasan juga kan ada dari TP4D, pengawasan internal, konsultan perencana dan pelaksana. Semua itu sudah jalan semua,” ungkap Hasbi.

Diketahui, pembangunan smart toilet ini bertujuan untuk memberikan edukasi pola hidup sehat kepada seluruh siswa baik SD maupun SMP, dimana salah satunya terkait pengetahuan tentang toilet itu harus kering dan bersih.

Sekolah yang terpilih hanya yang memenuhi syarat. Misalnya, sekolah yang kebutuhan toiletnya mendesak. Pembangunan di setiap sekolah juga berbeda, bergantung pada ketersediaan lahan dan rasio siswanya.

Secara rinci pembangunan smart toilet di masing-masing kecamatan, yaitu lima sekolah di Kecamatan Mariso dengan anggaran Rp1,12 miliar. Lima sekolah di Kecamatan Bontoala menelan dana Rp924,2 juta. Tujuh sekolah di Kecamatan Mamajang, Rp1,61 miliar.

Enam sekolah di Kecamatan Tamalate, Rp1,29 miliar. Delapan sekolah di Kecamatan Manggala, Rp2,64 miliar. Kecamatan Ujung Tanah Rp1,10 miliar untuk pembangunan smart toilet di enam sekolah.

Lanjutnya, sembilan sekolah di Kecamatan Rappocini dengan anggaran Rp1,76 miliar. Enam sekolah di Kecamatan Tamalanrea, Rp1,25 miliar. Tiga sekolah di Kecamatan Wajo, Rp739 juta.

Rp1,04 miliar untuk beberapa sekolah di Kecamatan Sangkarrang, Rp821,8 juta di Kecamatan Tallo, Rp1,08 miliar Kecamatan Panakkukang, Rp390,1 juta di Kecamatan Makassar, Rp2,68 miliar di Kecamatan Biringkanayya, dan Rp377 juta di Pulau Lakkang, Tallo. (*)


div>