KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Disdik Prioritaskan Guru Daerah Terpencil

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 Oktober 2017 14:15
Disdik Prioritaskan Guru Daerah Terpencil

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo, memfokuskan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dan non Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya untuk guru gugus depan, yakni mereka yang mengalami kendala mengajar di wilayah terpencil.

None, sapaan Kadisdik, memperjuangkan kenaikan gaji bagi guru gugus depan seiring dengan naiknya anggaran dana TPG PNSD oleh pemerintah pusat. Kenaikan itu diharapkan berdampak pada kualitas kompetensi belajar-mengajar di sekolah.

Kenaikan anggaran tunjangan profesi guru juga karena ada penambahan guru gugus depan dan skenario kementerian pendidikan untuk mengefektifkan tunjangan profesi guru, yang dikaitkan dengan kompetensi.

“Ada formulasi yang pas dari tunjangan profesi guru, sebab hal ini bukan tunjangan kesejahteraan, tapi profesi guru. Jadi tergantung beban kinerja yang dihasilkan. Akan tetapi, beda tunjangan kinerja dengan kehormatan dan kesejahteraan,” tutupnya.

None mengatakan, profesi guru merupakan profesi yang sangat terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itu, dirinya berharap dengan tunjangan ini setiap guru dapat mengimplementasikan minimal empat standar kompetensi guru.

“Diharapkan guru lebih profesional, yang jelas standar 4 kompetensi itu berjalan dengan baik. Seperti pedagogik, profesionalisme, hubungan sosial dan kepribadian setiap guru,” ujarnya.

Berdasarkan peraturan menteri keuangan (PMK) nomor 50 tahun 2017 ditetapkan, bahwa setiap daerah wajib membayarkan dana TPG PNSD kepada guru yang berhak dan memenuhi syarat yang ditentukan.

Pada peraturan itu, Kementrrian Keuangan menetapkan syarat penerima dana TPG yakni mereka guru yang paling lama mengabdi selama 7 tahun kerja.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata menuturkan, jumlah guru non PNS penerima TPG mencapai 216.857 orang. Besaran TPG yang diterima guru swasta minimal Rp 1,5 juta/bulan.

“Khusus untuk inpassing atau yang disetarakan dengan PNS, maka TPG-nya berbeda-beda sesuai kelas atau pangkat di SK inpassing,” tuturnya.

Anggaran keseluruhan untuk membayar TPG bagi guru swasta sepanjang 2017 ini mencapai Rp 2,5 triliun. Anggaran dicairkan selama empat kali dalam setahun lantaran pencairan TPG dirapel untuk periode tiga bulanan (triwulan).

“Pekan ini sudah ada yang mulai cair. Maksimal cairnya antara Senin atau Selasa pekan depan,” lanjut Sumarna.


div>