SENIN , 22 OKTOBER 2018

Disdik Raih Anugerah Ki Hajar Dewantara

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 14 Desember 2016 19:46
Disdik Raih Anugerah Ki Hajar Dewantara

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemprov Sulsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anugerah Ki Hajar Dewantara. Penghargaan itu diberikan atas komitmen Disdik yang memaksimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran.

Penghargaan diserahkan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, E Nurzaman kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (14/12).

Sejauh ini, Disdik memang memaksimalkan TIK dalam peningkatan mutu pendidikan, termasuk dalam menggodok berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Nurzaman menjelaskan, Anugerah Ki Hajar diperoleh melalui evaluasi yang sangat ketat karena harus memenuhi 21 item kriteria baik berupa regulasi maupun implementasi pembelajaran berbasis Informasi Teknologi (IT).

Sekretaris Jenderal Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Nursaman, mengatakan, dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk kreatif dan inspiratif. Sebanyak 30 persen keberhasilan pendidikan ditentukan oleh guru.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, berharap instansi terkait pendidikan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Termasuk meningkatkan kerjasama dengan lintas sektor dan internasional. “Saya berharap bisa mengadopsi beberapa cara-cara mengajar pada sekolah internasional,” harapnya.

Pada kesempatan itu, melaporkan jika Disdik telah melaksanakan Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dengan jumlah 400 angkatan atau sekitar 14 ribu guru SMA/SMK se-Sulsel.

Jumlah mentor dan fasilitator yang terlibat sebanyak 469 orang dan sudah dilatih P4TK sesuai mata pelajaran masing-masing.

“Pelaksanaan Diklat Kompetensi Guru itu berjalan lancar. Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penyerahan SK pengalihan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” katanya.

None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo ini, menambahkan, penghargaan Ki Hajar Dewantara ini, salah satu penghargaan tertinggi yang mengacu pada dua aspek seperti teknologi dan tingkat kemampuan dari rata-rata.

“Ada 21 aspek yang dinilai salah satunya adalah kepedulian pemerintah terhadap kompetensi siswa dalam menguasai teknologi, itu termasuk Sulsel yang tertinggi. Kemdian kependulian kelembagaan, dan inovasi terhadap memakai teknologi,” ujarnya. (***)


div>