SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Disdik Sulsel Kedatangan Sekjen Kemendikbud RI

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Februari 2018 21:30
Disdik Sulsel Kedatangan Sekjen Kemendikbud RI

Sekertaris Jendral (Sekjen) Kemendikbud RI saat memberikan sambutan di Command Centre "JK e-Panrita" di lantai 2 Kantor Disdik Sulsel. Foto: Al Amin/RakyatSulsel

*Melihat Pelaksana UNBK dari e-Panrita

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel kedatangan tamu dari pejabat pemerintah pusat. Kali ini giliran Sekertaris Jendral (Sekjen) Kemendikbud RI, Didik Suhardi, Selasa (20/2).

Didik beserta rombongan disambut langsung Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo dan jajarannya di Command Centre “JK e-Panrita” di lantai 2 Kantor Disdik Sulsel.

Setelah beberapa saat menerima penjelasan mengenai aplikasi e-Panrita, Irman dan Didik dengan didampingi Kepala LPMP Halim Muharram menggelar video conference (vicon) dengan kepala sekolah-kepala sekolah dua daerah, yakni Selayar dan Luwu Timur.

Kepada kepala sekolah dari dua daerah tersebut, Didik berpesan agar penyelenggara Ujian Nasional (UN) betul-betul menjaga integritas penyelenggaraan UN. Karena itu pula, katanya, pelaksanaan UN diharapkan semua sekolah menerapkan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Ujian berbasis komputer itu kami genjot supaya integritas pelaksanaannya lebih bagus. Tidak ada lagi kecurangan. Prinsipnya prestasi itu penting tapi jujur itu pasti,” pesan Didik.

Usai kunjungan ke Command Centre e-Panrita, Didik menuju ke Gedung Guru Jusuf Kalla di sisi barat Kantor Disdik untuk memberikan ceramah umum di hadapan kepala sekolah, perwakilan guru, pegawai Disdik Sulsel, dan pengawas.

Didik menyampaikan ceramah kurang lebih 40 menit dengan penekanan pada pentingnya peran guru untuk kesuksesan pendidikan di Indonesia.

“Tumpuan masa depan bangsa itu ada di pendidikan. Dan ujung tombak pendidikan berkualitas ada di bapak-ibu guru, kepala sekolah dan para pengawas,” kata Didik saat menyampaikan sambutan.

Didik juga memberikan kesempatan kepada para guru, kasek dan pengawas untuk berinteraksi (tanya jawab) dengan hadirin yang memadati gedung yang diresmikan Wapres RI Jusuf Kalla tahun lalu itu. (*)


div>