RABU , 21 NOVEMBER 2018

Disdik Sulsel Persiapkan Mutasi Kepala Sekolah, Kepsek Gaptek, Pasti Lewat…

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 25 Agustus 2017 13:10
Disdik Sulsel Persiapkan Mutasi Kepala Sekolah, Kepsek Gaptek, Pasti Lewat…

MDFAJAR/RAKYATSULSEL Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer berbincang dengan Kepala Sekolah SMA 10 Makassar, Hj husaefah, belum lama ini.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bagi Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) yang Gagap Teknologi (Gaptek), sebaiknya mulai melupakan impiannya untuk tetap menjabat kepsek. Alasannya, seluruh proses tes untuk menjabat kepsek, menggunakan sistem online.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel sedang melakukan tahapan verifikasi untuk melakukan mutasi besar-besaran kepsek di semua kabupaten/kota. Tim yang dibentuk Disdik Sulsel sudah melakukan verifikasi terhadap Unit Pelaksana Teknis (UPT) selaku pihak yang mengusulkan.

“Kami sudah panggil kepala UPT. Jadi alurnya, UPT yang mengajukan minimal tiga nama satu sekolah. Tim kemudian melakukan verifikasi, menanyakan apa yang menjadi alasan mereka mengajukan tiga nama tersebut,” kata Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, Kamis (24/8).

Menurut Irman, tim akan menentukan parameter, seperti apa kriteria kepsek yang dibutuhkan di tiap kabupaten. Mengingat, setiap daerah akan berbeda kebutuhannya. Ada syarat umum dan syarat khusus yang ditetapkan. Setelah itu, dilakukan tes secara online.

“Sekarang semua berbasis digital. Kalau gaptek,  pasti lewat. Tes tertulis dilakukan secara online, begitupun tes wawancara. Mereka tidak perlu datang kesini. Cukup di sekolahnya masing-masing. Hasilnya, juga bisa langsung mereka ketahui,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kepsek bisa saja dimutasi dari Makassar ke daerah lain.  Tapi, tetap melalui pertimbangan UPT. Jika menolak, tentunya mereka tidak akan diangkat menjadi kepsek.

[NEXT-RASUL]

“Jadwal tes online akan ditentukan setelah rapat. Kami akan lakukan penyegaran, mutasi, tapi ada juga yang tetap. Semua berdasarkan pertimbangan UPT.

Salah satu persyaratan untuk mengikuti tes pencalonan kepsek, lanjut None, harus memiliki Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS).  NUKS ini bisa mereka dapatkan kalau mereka ikut diklat.

“Jadi, di usulan  sudah tersaring. Kecuali,  daerah-daerah yang remote area,  seperti Seko dan daerah pulau terluar.  Sekarang kalau dirata-ratakan, satu sekolah  minimal tiga guru yang punya NUKS. Kepala sekolah yang tidak punya NUKS,  kami minta maaf,  kecuali yang sisa dua atau tiga bulan lagi pensiun itu dimaklumi. Tapi kalau tidak, akan diistirahatkan dulu,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Syamsuddin, menilai ujian kepsek berbasis digital yang dilaksanakan Disdik Sulsel, merupakan hal yang sangat bagus. Ia pun mengaku telah mengetahui hal tersebut.

“Saya kira itu bagus, kalau ujiannya pakai komputer. Saya juga baru dengar dari teman-teman, kalau pelaksanaannya menggunakan komputer,” kata Syamsuddin.

Tes berbasis online, lanjut Syamsuddin, juga merupakan upaya untuk peningkatan mutu kepsek. Jangan sampai, siswa lebih pintar dibandingkan kepsek.

“Apa yang akan dilakukan oleh dinas itu sudah merujuk pada regulasi, dan kami siap. Kepala sekolah tidak boleh buta teknologi. Paling tidak, bisa mengoperasikan komputer,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya maupun seluruh kepsek yang ada di Makassar telah siap untuk mengikutiapa yang akan dilaksanakan oleh Disdik Sulsel. “Kita di Makassar sudah beberapa hari telah disampaikan kalau ada pelaksanaan ujian seperti itu, dan kami juga sudah siap,” pungkasnya. (*/dwi/D)


div>