SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Disdik Wacanakan Merger Sekolah Dalam Satu Wilayah

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 11 November 2017 16:03
Disdik Wacanakan Merger Sekolah Dalam Satu Wilayah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar. foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar mewacanakan pada tahun 2018 mendatang, Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Dinas Pendidikan akan berubah menjadi Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Satuan Pendidikan, perubahan ini akan diikuti dengan menggabungkan beberapa sekolah dalam satu wilayah.

“Kedepannya Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Dinas Pendidikan berubah menjadi Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Satuan Pendidikan. Jadi kita akan melakukan pemetaan. Bagaimana satu Kepala Sekolah bisa membina siswa dan siswi mulai 500 sampai 1.000 siswa,” ungkap Ismunandar, Jumat (10/11) kemarin.

Lebih lanjut Ismunandar mengatakan, perubahan sistem ini nantinya sekolah yang mempunyai siswa kurang dari 500 murid maka akan dimerger atau digabung menjadi satu, seperti halnya dalam satu kompleks sekolah yang mempunyai 3 sampai 4 kepala sekolah. Namun diantaranya, ada sekolah yang mempunyai siswa kurang dari 500 orang maka secara otomatis sekolah tersebut dimerger atau digabungkan menjadi satu.

“Seperti halnya dalam satu kompleks terdapat 3 Kepala Sekolah tidak menutup kemungkinan tinggal satu kepala sekolah, karena Kepala Sekolah nanti minimal dalam satu Kepala Sekolah harus membina siswa minimal 500 orang,” ungkap Ismunandar

Ia menambahkan bahwa perubahan sistem ini karena di Kota Makassar, jumlah sekolah utamanya SD dan SMP sudah terlalu banyak, dan siswanya dalam satu sekolah hanya sekitar 200 sampai 300 orang. Untuk itu, dengan adanya sistem tersebut, maka jumlah sekolah akan diminimalisir.

“Sistem ini sementara kami kaji dulu. Setelah itu, kami akan konsultasikan ke Kementrian Pendidikan (Kemendikbud). Sementara untuk penerapanya pada tahun 2018,” ucap Ismunandar

Menanggapi hal tersebut, Pakar Pendidikan UNM Prof Arismunandar mengatakan, merger sekolah adalah model strategi yang sudah lama dan kebanyakan penerapan tersebut ada di satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Misalnya dalam empat SD dalam satu kompleks, prinsipnya adalah kenapa merger dilakukan karena dipandang tidak efisien dan tentu pertimbangan Dinas Pendidikan dengan jumlah murid dibawah 500 tidak efisien,” ucap Arismunandar

Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah yang besar dan guru yang cukup, namun siswa atau muridnya berkurang bahkan gedung yang sama, ia mencontohkan metode pendidikan di Cina dimana merger sekolah digunakan dalam transformasi pendidikan.

“Sekolah yang berdekatan bisa disatukan supaya lebih besar tetapi dengan standar prasarana yang lebih bagus,” ucap Arismunandar

Lanjut Arismunandar, salah satu tujuan dilaksanakannya merger atau penggabungan antara sekolah agar tidak terjadi pemborosan Sumber Daya Manusia. “Misalnya ada murid sedikit dan banyak tapi gaji guru sama,”

Ia menambahkan, beberapa negara sudah mencontohkan merger sekolah dan itu sudah efektif. Bahkan sebenarnya bukan karena faktor keefisienan, tapi yang penting itu agar SDM tidak boros. “Jika kita gabung (Efektif dan Efisien) ditambah dengan standar yang lebih bagus dari sebelumnya itu sangat kita harapkan,”katanya. (*)


div>