SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Disebut Juri Berbahaya, Erna Taufan : Tak Perlu Cantik Asalkan Komunikatif

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 02 Maret 2017 18:11
Disebut Juri Berbahaya, Erna Taufan : Tak Perlu Cantik Asalkan Komunikatif

Pemerhati Penyiaran Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan saat menyeleksi calon presenter dalam audisi LPPL TV Peduli di Hotel Grand Star Kota Parepare, Rabu, (2/3). (Foto : Rahmaniar/Rakyat Sulsel)

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Meski disebut sebagai juri berbahaya oleh Walikota Parepare dan perlu diwaspadai dalam audisi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) pada TV Peduli yang dinaungi Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Erna Rasyid Taufan menyebutkan kriteria presenter yang tak muluk-muluk.

Tak perlu cantik kata Erna, sapaan wanita yang membuat Taufan Pawe harus berjuang ekstra dalam mempersuntingnya. Menurutnya, seorang presenter yang ideal adalah seorang yang mampu tampil prima karena wawasannya, harus menguasai bahan yang ingin disampaikan, komunikatif dan luwes.

“Tak perlu cantik, akan cantikji di depan kamera asalkan komunikatif, wawasannya luas dan lebih luwes,” tutur mantan presenter TVRI yang bergelut selama 17 tahun pada profesi broadcaster ini, Rabu, (2/3).

Erna membeberkan, sebagai seorang penyiar penampilan merupakan pendukung agar bisa menarik perhatian penonton, namun hal terpenting kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare ini, menguasai permasalahan yang ingin disampaikan serta dapat tampil di segala kondisi, baik live report, ataupun recording adalah hal yang utama
“Kualitas suara juga sangat dibutuhkan, jadi bukan harus cantik, bukan,” tegas Pemerhati Penyiaran di Kota Parepare ini.
[NEXT-RASUL]

Tak hanya membeberkan kriteria presenter yang ideal, istri Walikota Parepare ini juga punya cara transfaran dalam menyeleksi calon presenter TV Peduli dengan membagi empat segmen. Segmen pertama dengan cara estafet, yaitu semua peserta wajib diuji lima dewan juri. Dari penjurian itu, ditarik 22 peserta yang kemudian atas ide Erna, semua peserta diseleksi secara terbuka dengan tampil melaporkan bak di depan TV hingga mendapatkan 12 peserta menjadi 8 dan terakhir menjadi 6 peserta.

Audisi TV Peduli yang digelar Dinas Kominfo tersebut diikuti 122 peserta dengan job desk yang berbeda-beda. “Dari 122 orang tersebut akan disisihkan 100 orang, lalu akan dipilih yang betul-betul terbaik sebanyak 22 orang. Kita cari 6 orang presenter, 3 editor berita, 3 editor audio visual, 3 peliput, 3 pembuat berita, 3 narator, dan 1 orang finishing program,” ujar Zahrial Djafar, Kepala Dinas Kominfo Parepare.

Diterangkan, selain Erna Rasyid Taufan, juri lain yang diakui secara profesional dan berkompeten di bidang itu, seperti Ketua KPID Sulsel, TVRI, akademisi, pemerintahan, dan unsur legislatif. \”Harapan kita, hasil audisi ini betul-betul orang yang mempunyai bakat dan talenta sehingga kita mendapatkan orang-orang yang dibutuhkan untuk menempati job desk tersebut,” pungkasnya. (Nia)


Tag
div>