SENIN , 25 JUNI 2018

Dishub Ancam Cabut Izin PO

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 22 Juni 2017 15:21
Dishub Ancam Cabut Izin PO

Ilustrasi Terminal Regional Daya (TRD) Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki puncak arus mudik, Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel mulai mengawasi tarif angkutan baik angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sesuai aturan Kementerian Perhubungan kenaikan tarif tak boleh melebihi 30 persen.

Jika ditemukan Perusahaan Otobus (PO) yang menaikkan tiketnya diatas 30 persen, tak tanggung-tanggung Dishub Sulsel mengancam akan menarik izin operasi PO tersebut.

Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar. Dia mengatakan hal ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 tahun 2016 tentang tarif dasar, tarif batas atas dan bawah angkutan penumpang.

“Permenhub mengatakan toleransi sampai 30 persen untuk angkutan darat. Kita akan amati di lapangan, kalau kelewatan kita cabut ijinnya,” kata Ilyas, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (22/6).

Dari pantauan di Terminal Regional Daya, tarif AKDP termahal untuk kelas ekonomi sebesar Rp240 ribu rute Makassar-Sorowako. Adapun kenaikan tarif saat ini berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp40 ribu.

Selain mengawasi tarif angkutan atau tuslah, Dishub secara rutin terus melakukan Ramp Check. Hasil pemeriksaan kelayakan kendaraan ini, ditemukan puluhan yang tak layak.

Proses Ramp Check yang dilakukan oleh Dishub hanya pada bagian pengereman, lampu, kaca, wiper dan ban mobil. Sementara untuk umur bus dan fasilitas P3K tak dilakukan.

[NEXT-RASUL]

“Ada yang tidak layak yang ditemukan saat pemeriksaan pertama H-10 sekira sepuluh bus. Paling banyak yang pecah kacanya, katanya mobil mereka dilempar di Sidrap dan Luwu,” jelasnya.

Terkait masalah pelemparan kaca ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian. Tahun lalu, bahkan dilakukan pengawalan bagi bus yang akan melintasi jalur yang dianggap rawan.

“Pernah kita lakukan pengawalan, kalau sekarang belum separah itu. Mungkin saja busnya belum diganti kacanya,” tutupnya. (D)


div>