RABU , 21 NOVEMBER 2018

Dishub Minta Masyarakat Hindari Jalan AP Pettarani

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 09:30
Dishub Minta Masyarakat Hindari Jalan AP Pettarani

ANDRISAPUTRA/RAKYATSULSEL MENYEMPITAN JALAN. Pengendara melintasi Jl AP Pettrani Makassar, Rabu (10/10).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Perhubungan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari Jalan AP Pettarani. Pasalnya, saat ini terjadi penyempitan jalan akibat proyek pengerjaan tol dalam kota sehingga kemacetan panjang tidak terhindarkan.

“Saya kira tidak ada jalan lain, kita mengimbau kepada masyarakat kalau memang tidak terpaksa sekali masuk di Jalan AP Pettarani untuk menghindari jalan itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said, Kamis (25/10).

Kata Mario, kemacetan panjang seperti ini akan terus terlihat hingga beberapa tahun kedepan lantaran sudah menjadi konsekuensi proyek nasional pembangunan tol dalam kota.

Namun, pihaknya tetap berupaya mencari solusi agar kemacetan ini bisa diurai. Salah satunya, dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian perihal pengaturan arus lalu lintas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membicarakan hal itu, salah satu solusi yang kita cari yaitu pengaturan traffict itu sehingga antrian panjang bisa sedikit diminimalisir,” ucapnya.

Hanya saja, kata Mario, masyarakat hanya bisa diminta untuk tidak melintas di jalan tersebut dan mencari jalan alternatif.

“Kita sudah mengerahkan anggota di Jalan AP Pettarani untuk standby mulai pagi sampai sore,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha, mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan AP Pettarani. Pasalnya, kontruksi fisik untuk proyek tersebut sudah berlangsung, termasuk mobilisasi alat berat.

“Pembangunannya terus kita genjot, apalagi Februari 2020 itu sudah harus selesai. Jadi, kita imbau masyarakat kalau tidak begitu penting melewati Jalan AP Pettarani sebaiknya dihindari,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya juga berupaya untuk mencari solusi, salah satunya dengan membuka jalur baru sehingga bisa dilewati pengguna jalan.

“Sebenarnya tidak semacet itu ji, cuma karena kan ada pengerjaan pipa PDAM jadi harus lagi di pagari sehingga terjadi penyempitan jalan. Tapi nanti kita coba atur bagaimana agar masyarakat tidak terganggu, seperti itu di median tengah kan kita aspal, jadi ada beberapa yang kita buka sehingga bisa di lewati pengendara,” bebernya. (*)


div>