SELASA , 16 OKTOBER 2018

Dishub Terapkan Tilang dan Sidang di Tempat

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 15 September 2015 12:37
Dishub Terapkan Tilang dan Sidang di Tempat

SIDANG DI TEMPAT. Para sopir angkutan umum menjalani sidang di tempat setelah dalam razia, terbukti melakukan pelanggaran berupa dokumen kendaraan yang tidak lengkap. (Syamsuddin/RakyatSulsel)

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah sopir angkutan Umum yang tidak bisa memperlihatkan surat Perizinan dan Kelayakan Angkutan dalam razia angkot, harus siap kena tilang dan sidang di tempat oleh Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Sinjai, Selasa (15/09).

Dari pantauan RAKYATSULSEL.COM, para sopir tersebut diwajibkan membayar denda di Pengadilan Negeri Sinjai melalui Sidang di Tempat di Area Kantor Dinas Perhubungan Sinjai, tergantung dari jenis pelanggarannya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, Andi Muhammad Idnan yang ditemui di sela-sela penerapan tilang dan sidang di tempat ini, mengatakan bahwa kegiatan tilang di tempat dilakukan sebagai pembinaan kepada para sopir angkot yang sering melanggar.

“Tilang di tempat ini merupakan bentuk pembinaan bagi sopir yang melanggar. Selain itu, merupakan wujud perhatian Dishub dalam menambah kas negara,” kata Idnan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, H. Firdaus mengatakan, para sopir angkot yang ditilang, memiliki berbagai jenis pelanggaran. “Ada sopir yang tidak dilengkapi dengan Perizinan dan Kelayakan Jalan Angkot, ada pula pelanggaran lain seperti tidak memiliki SIM, atau STNK di luar tanggungjawab Dinas Perhubungan,” terangnya.

Kendati pihaknya menerapkan tilang dan sidang di tempat bagi sopir angkot yang melanggar, Firdaus meminta kepada petugas agar tidak mempersulit masyarakat khususnya para sopir.

“Sebelum menerapkan tilang dan sidang di tempat, saya intruksikan kepada Anggota agar pasal yang diterapkan tidak menyulitkan, yakni mengggunakan pasal minimal supaya ada pembinaan. Ini dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat kita saat ini,” kata Firdaus.

Karena itu, kata dia, pihaknya berharap agar para sopir angkot tidak lagi membuat pelanggaran, dan mau segera melakukan pengurusan Perizinan dan Surat Layak Jalan.

“Jangan nanti ditilang baru mau datang mengurus. Sebelum ditilang, para sopir pun harus datang mengurus perizinan sehingga masyarakat pengguna angkutan bisa selamat sampai tujuan. Kita himbau masyarakat, khususnya sopir angkot, bisa lebih taat hukum,” tandas Firdaus


div>