SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Diskes Genjot Sosialisasi Deteksi Kanker Serviks

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 28 Maret 2017 18:15
Diskes Genjot Sosialisasi Deteksi Kanker Serviks

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lingkungan, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Parepare, Kasmawati Mahmuddin.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Parepare gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kaum perempuan, tentang deteksi serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim. Hal tersebut dilakukan, karena kedua penyakit yang berbahaya tersebut, merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian perempuan di Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lingkungan, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Parepare, Kasmawati Mahmuddin, memaparkan, beberapa faktor penyebab kanker serviks di antaranya, aktivitas seksual yang terlalu dini dan berganti-ganti pasangan, jumlah paritas dan jumlah soerang perempuan yang melahirkan yang tinggi (multiparitas). 

Selain itu, kata dia, sistem kekebalan tubuh yang lemah, utamanya yang menderita penyakit HIV/AIDS, riwayat keputihan, terinfeki virus Humas Papilloma (Hpv), dan perokok aktif maupun pasif. “Perokok bahkan bisa dua kali besar terkena resiko kanker serviks,” katanya.

Dia mengemukakan, salah satu upaya yang dapat dilakukan pra kanker serviks yaitu, dengan metode Inspeksi Visual Asam Asesat (IVA). Kelebihannya, katanya, selain biayanya rendah, juga memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga, dapat diketahui secara dini jika ada lesi pra kanker serviks, dapat segera dilakukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat.

“Pelayanan IVA bisa diperoleh di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cempae, Kecamatan Soreang,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Diskes Parepare, Muh. Yamin, menjelaskan, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Khusus SADANIS, kata dia, dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih.

“Untuk perempuan yang sebelumnya pernah melakukan pemeriksaan IVA dan terdeteksi positif, dapat melakukan kontrol minimal enam bulan setelahnya,” ungkapnya. (sps)


Tag
div>