MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Diskes Himbau Warga Kenali Gelaja TB

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 31 Maret 2017 15:59
Diskes Himbau Warga Kenali Gelaja TB

Pengelolah Tuberkulosis (TB) Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Parepare, Bakri.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pengelolah Tuberkulosis (TB) Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Parepare, Bakri, mengatakan, masyarakat harus mengenali gejala TB yang diderita salah satunya, batuk berdahak yang sampai dua minggu. Sehingga, kata dia, diminta kepada masyarakat untuk segera memeriksakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), supaya segera dilakukan pemeriksaan dahak.

“Yang menjadi persoalan selama ini adalah, masyarakat masih menanggap penyakit TB itu karena faktor turunan. Padahal sumbernya berasal dari kuman, yang menular melalui percikan dahak, dan batuk namun tidak menggunakan penutup mulut,” katanya, Jum’at (31/03/2017).

Dia mengungkapkan, beberapa penyebab lainnya selain bantuk yaitu, demam yang berkepanjangan, sesak nafas, nyeri badan, berart badan menurun, nafsu makan berkurang, dan berkeringat pada malam hari meski tidak beraktivitas, atau dalam ruangan dingin.

“Pemutusan TB tidak bisa dilakukan, yang jelas penderita harus segera melakukan pemeriksaan, dan tidak menunda pemeriksaan supaya penyebarannya tidak meluas atau lebih parah, serta bisa ditangani secara intensif. Jika sudah parah, penderita akan mengalami muntah darah dan batuk darah,” terangnya.

Dia menjelaskan, pihaknya terus melakukan sosialisasi di Puskesmas, dan memberikan penyuluhan pada masyarakat, yang dilakukan oleh masing-masing pengelolah TB di Puskesmas. Selain itu, kata dia, dalam penanganan pasien TB yang dirawat di Puskesmas, pihaknya intens melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap pasien.

“Penderita TB wajib pengobatan yang teratur selama enam bulan, untuk bisa sembuh. Bahkan, terkadang membutuhkan waktu sampai sembilan bulan untuk sembuh total. Pada tahun 2016 lalu, kurang lebih 300 penderita TB di Parepare, dan angkanya hampir rata-rata demikian dari tahun ke tahun. Itu berdasarkan data yang diperoleh oleh program, dan penyembuhan yang berhasil kami lakukan, mencapai 80 persen,” tandasnya. (Luki)


Tag
div>