KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Diskes, IBI dan Akbid Parepare Peringati Hari Bidan Sedunia

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 05 Mei 2017 16:34
Diskes, IBI dan Akbid Parepare Peringati Hari Bidan Sedunia

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Parepare, Kasna, saat memandu mahasiswi Akbid Andi Makkasau Parepare, untuk meminum kapsul FE.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bidan Sedunia, Dinas Kesehatan Kota Parepare menggelar kegiatan berupa gerakan Jum’at FE, yang bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Parepare, dan Akademi Kebidanan (Akbid) Andi Makkasau Parepare.

Kegiatan dilaksanakan di kampus Akbid Parepare, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Jum’at (05/05/2017), dengan melibatkan mahasiswi Akbid Andi Makkasau Parepare.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Diskes Parepare, Kasna, mengatakan, gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian IBI dalam menjunjung tinggi profesi dan memberikan pelayanan terhadap ibu dan anak.

“Oleh karena itu mari kita bekerjasama dan bersinerji untuk memperjuangkan kesehatan ibu dan anak. Apalagi, perjuangan bidan selama ini, sangat luar biasa dalam menekan angka kematian ibu dan anak,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebesar 48% kematian bayi disebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), pada tujuh hari pertama. Sehingga, kata dia, yang harus diperbaiki yaitu status kesehatan ibu hamil, dan pentingnya sejak 1000 hari pertama kehidupan.

“Sangat penting apabila kita ingin mencetak generasi yang berkualitas, semua ditentukan pada 1000 hari pertama kehidupan. Maka dari itu, kita harus selangkah lebih maju, karena kesehatan remaja putri selaku generasi ibu dan pencetak anak ke depan, harus diperbaiki sejak dini,” jelasnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Presiden bahwa remaja putri diberikan kapsul FE satu biji setiap pekannya untuk dikonsumsi, dan itu di luar jdwal haid. Totalnya, jelasnya, sebanyak​ 10 FE tiap bulan. “Itu untuk memperbaiki kesehatan reproduksi. Untuk wanita dewasa, satu kapsul setiap masa haid,” ujarnya.

Dia mengemukakan, ibu hamil yang menghidupi calon bayinya, harus memiliki asupan darah harus cukup. Karena, tambah dia, ibu menjadi suplai gizi kepada calon bayinya sejak dalam masa kandungan. “Banyak komplikasi yang timbul ketika ibu kurang darah, dan bisa mengalami pendarahan ketika bersalin,” pungkasnya. (luk)


Tag
div>