RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Diskes Parepare Angkat Bicara Terkait Kematian Jupe, Ini Penjelasannya

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 11 Juni 2017 22:38
Diskes Parepare Angkat Bicara Terkait Kematian Jupe, Ini Penjelasannya

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Parepare, angkat bicara terkait kematian Yulia Rachmawati atau Julia Perez.

Diketahui, wanita yang akrab disapa Jupe tersebut, meninggal dunia Sabtu, (10/06/2017) pukul 11.12 WIB di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta, setelah berbulan-bulan menjalani perawatan akibat kanker serviks (leher rahim).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Parepare, Sriyanti Ambar, mengatakan, kanker serviks merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian perempuan di Indonesia. Sehingga, kata dia, harus menjadi perhatian khusus, minimal disosialisasikan dengan masyarakat.

Dia memaparkan, kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus Risiko tinggi, namun ada juga HPV risiko rendah yang tidak menyebabkan kanker serviks. Wanita yang terinfeksi HPV risiko tinggi, katanya, sebagian besar akan sembuh oleh sistem daya tahan tubuh, namun hanya yang infeksinya menetap dab akan pelan-pelan mengubah sel epitel serviks normal menjadi kanker serviks.

Adapun, lanjut dia, beberapa penyebab kanker serviks di antaranya, aktivitas seksual yang terlalu dini dan berganti-ganti pasangan, jumlah paritas dan jumlah soerang perempuan yang melahirkan yang tinggi (multiparitas). 

Selain itu, tambah dia, sistem kekebalan tubuh yang lemah, utamanya yang menderita penyakit HIV/AIDS, riwayat keputihan, dan perokok aktif maupun pasif. Bahkan, bebernya, perokok bahkan bisa dua kali besar terkena resiko kanker serviks.

[NEXT-RASUL]

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan pra kanker serviks yaitu, dengan metode Inspeksi Visual Asam Asesat (IVA). Kelebihannya, selain biayanya rendah, juga memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga, dapat diketahui secara dini jika ada lesi pra kanker serviks. Juga, dapat segera dilakukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat,” katanya, Minggu (11/06/2017).

Sementara, Kepala Diakses Parepare, Muh. Yamin, mengemukakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait bahaya kanker serviks. Selain itu, kata dia, khusus di Parepare, dari data terakhir pada bulan April 2017, sebanyak 339 wanita usia antara 30 hingga 50 tahun di Parepare, telah melakukan pemeriksaan deteksi payudara dan leher rahim.

Dia menerangkan, setiap wanita yang telah melakukan aktivitas seksual, wajib untuk skrining rutin khusus serviks, paling tidak tiga tahun setelah melakukan hubungan seks, dengan pemeriksaan IVA.

“Pemeriksaan IVA tes dapat dilakukan pada semua Puskesmas di Parepare, setiap hari pelayanan secara gratis, dengan memenuhi kriteria-kriteria sebelum dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan jika terindikasi positif, maka pemeriksaan dengan KRIoterapi dapat dilanjutkan di Puskesmas Cempae,” ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat khususnya wanita usia subur untuk tidak menunda-nunda untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, pihaknya mengkhawatirkan terjadi kasus serupa di Parepare, seperti yang dialami Almarhunah Jupe. (luk)


Tag
div>