KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Diskes Parepare Launching Rabies Centre

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 26 Mei 2017 17:35
Diskes Parepare Launching Rabies Centre

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan (Diskes), melaunching Rabies Centre se-Kota Parepare. Kegiatan dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cempae, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Jum’at (26/05/2017).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Parepare, Sriyanti Ambar, mengatakan, launching ini sebagai tanda bahwa, Rabies Centre telah beroperasi pada enam Puskesmas, dan meliputi 22 Kelurahan yang ada di Parepare.

“Dalam launching ini, beberapa sektor terkait yang terlibat, ikut berpartisipasi sebagai dukungan atas beroperasinya Rabies Centre,” katanya.

Dia memaparkan, untuk Puskesmas Cempae meliputi tiga Kelurahan yaitu, Wattang Soreang, Bukit Indah, dan Bukit Harapan. Untuk Puskesmas Lakessi meliputi empat Kelurahan yaitu, Ujung Lare, Ujung Baru, Lakessi dan Kampung Pisang. Untuk Puskesmas Madising Na Mario meliputi dua Kelurahan yaitu, Labukkang dan Mallusetasi.

Untuk Puskesmas Lapadde, lanjut dia, meliputi tiga Kelurahan yaitu, Ujung Sabbang, Ujung Bulu dan Lapadde. Untuk Puskesmas Lompoe meliputi empat Kelurahan yaitu, Wattang Bacukiki, Galung Maloang, Lemoe, dan Lompoe. Untuk Puskesmas Lumpue meliputi enam Kelurahan yaitu, Tiro Sompe, Kampung Baru, Cappa Galung, Sumpang Minangae, Bumi Harapan, dan Lumpue.

“Jadi, jika ditemukan masyarakat yang ingin konsultasi, diskusi atau memeriksakan diri terkait gigitan hewan yang bisa menyebabkan Rabies, bisa mengunjungi Puskesmas sesuai dengan Kelurahan masing-masing. Kami juga siapkan kontak pada tiap Rabies Centre di Puskesmas,” jelasnya.

Sementara, Kepala Diskes Parepare, Muh. Yamin, mengatakan, penanganan untuk penyakit Rabies, telah ada sebelumnya. Hanya saja, katanya, diperlukan suatu unit tersendiri, supaya ada suatu wadah dan petugas khusus yang fokus dan konsentrasi menangani hal tersebut.

“Rabies Centre ini, merupakan suatu terobosan dalam penanganan dan perawatan penyakit rabies. Juga, sebagai bentuk kepedulian pemerintah, supaya tidak ada korban jiwa yang disebabkan oleh Rabies,” jelasnya. (luk)


Tag
div>