MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Diskusi Bulanan DPP IMMIM, Usung Tema Soal Solidaritas Muslim Rohingya

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 23 September 2017 14:37
Diskusi Bulanan DPP IMMIM, Usung Tema Soal Solidaritas Muslim Rohingya

Suasana diskusi Bulanan IMMIM bulan ke enam tahun ke-17 berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl. Jendral Sudirman Makassar(23/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Diskusi Bulanan IMMIM bulan ke enam tahun ke-17 berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl. Jendral Sudirman Makassar(23/9). Diskusi tersebut mengusung tema “Membangun Solidaritas Muslim Rohingya”.

Hadir dalam diskusi itu Ketua Dewan Syura DPP IMMIM AGH.Drs.Muhammad Ahmad, Ketua Umum Yasdic IMMIM Ir.H.M.Ridwan Abdullah,M.Sc, sejumlah pengurus DPP IMMIM dan para mubalig IMMIM. Pembicara Prof.Dr.H.M.Tahir Kasnawi dan Prof.Dr.H.Ahmad M.Sewang, M.A, dipandu Dr.Nurman Said, M.A.

Prof.Dr. Thahir Kasnawi menyatakan ada sekitar 1.3 juta Muslim yang tertindas bermukim di Rakhin State Myanmar. Hal ini menjadi perhatian dunia. Walaupun tidak ada manusia yang meminta untuk lahir di Myanmar. Ini menjadi takdir bagi mereka lahir disana. Allah menjelaskan wajaalnaakum syuiban waqabaaila litaaarafu…

Kita dilahirkan oleh orang tua masing-masing untuk kemudian saling mengenal dan bekerjasama satu sama lain. Namun disinilah mereka kurang beruntung dibandingkan dengan umat Islam lainnya. Ini menjadi fokus perhatian dunia sekarang karena ada upaya menyingkirkan muslim Rohingya di Rakhin State. Hal  ini ada kemiripan dengan kasus di Palestina yang pernah juga dijajah oleh Inggeris, jelasnya.

Mayoritas penduduk Miyanmar non Rakhin. Karena itu muslim Rohingya dianggap tidak berhak dari pemerintahan Myanmar. Karena itu, mereka tidak pernah mendapatkan kebijakan yang baik dari Pemerintahannya, sehingga muncullah pemberontakan, dst. Walaupun ada sebagian yang sudah masuk sebagai warga negara Myanmar.

“Isu Rohingya menjadi isu global yang berdimensi sosial dan kegamaan. Dimensi keagamaan menjadi topik hangat di PBB. Hal ini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa sejak Oktober 2016 sekitar 60% warganya hijrah karena mengalami penindasan. 720 ribu orang hijrah ke Bangladesh, hampir 40 persen diantaranya anak-anak. 40 ribu orang mengungsi  ke India, walaupun India juga membicarakan di parlemennya untuk mengembalikan mereka ke negaranya, urainya,” ujarnya.

Dia menambahkan, sekitar 176 Desa bumi hangus. 30% desa bumi rata. Ada yang menganggap tentara Myanmar yang membakar, tapi ada juga yang menyatakan para pemberontak yang melakukan pembakaran desa.


div>