SENIN , 23 JULI 2018

Diskusi Setahun UPRI Hadirkan Ajiep Padindang dan Prof Agustan

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 10 Januari 2016 09:27
Diskusi Setahun UPRI Hadirkan Ajiep Padindang dan Prof Agustan

Prof Dr Andi Agustang MSi (kanan) Dr H Ajiep Padindang SE MM (kiri), Rektor UPRI Makassar, Dr Andi Niniek F Lantara MS (kedua dari kiri) dan moderator Dr Hasran MSi (kedua dari kiri), dalam diskusi setahun kampus UPRI Makassar. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Civitas akademika kampus Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, menggelar diskusi awal tahun dengan mengambil tema ‘Setahun UPRI, Pemimpin Perempuan Bisa’, Sabtu (9/1) malam, di Hotel Grand Imawan Makassar.

Dialog menampilkan dua nara sumber, yakni Senator RI, Dr H Ajiep Padindang SE MM, dan Ketua Prodi S3 Ilmu Sosiologi PPs-UNM, Prof Dr Andi Agustang MSi. Dialog tersebut dipandu oleh Dr Hasran MSi.

Hadir dalam dialog tersebut, Rektor UPRI Makassar -Dr Hj Andi Niniek F Lantara MS, Wakil Rekor III -Andi Alim SKM MKes, Dekan FKM -Dr Arlin Adam SKM, Dekan Teknik -Ir Andi Ilham Sammalangi MT, para aktivis mahasiswa, serta tim pengarah diskusi; Jamal Andi, SSos MSi, Dr Sudirman Muhammadiyah MSi, Drs H Abd Wahab MSi, A Lukman SKom, MT Andi Saputra Maccirinna SH MKn.

Ajiep Padindang dalam diskusi itu mengatakan apresiasinya karena UPRI Makassar dipimpin tokoh perempuan pejuang kemasyarakatan, yang merupakan anak seorang pejuang yaitu almarhum Mayjen Purn Haji Andi Lantara. Dia juga mengapresiasi kemampuan bertahan UPRI yang hampir tenggelam akibat pusaran kemelut antara dua kubu, yang bagi Ajiep, tak jelas baginya yang mana menjadi lawan atau kawan.

Namun mantan Ketua KNPI Sulsel dan mantan anggota DPRD Sulsel mengatakan bahwa kemelut tersebut menjadi tantangan bagi UPRI untuk terus menggeliat dengan dukungan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi. “Yang juga kebetulan seorang perempuan berdarah murni Bugis,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa hal itu merupakan titik awal kebangkitan pengelolaan UPRI Makassar.

Menghadapi MEA, Ajiep yang alumnus fakultas ekonomi UVRI -cikal bakal UPRI sebelum terpecah, mengatakan, UPRI di bawah kendali rektor, harus menyusun perencanaan yang dapat selangkah lebih maju dibanding perguruan tinggi lainnya. Dia lalu menyebut bahwa harus ada visi, misi, strategi, agenda dan program untuk menjadikan kampus UPRI lebih maju dalam bersikap dan berpikir.

Sementara itu, akademisi UNM Andi Agustang menekankan bahwa di bawah kepemimpinan rektor Andi Niniek F Lantara, UPRI menghadapi era kompleksitas tata kelola kelembagaan. Agustan menyebut kondisi tersebut menjadi rumit karena mempertemukan antara keteraturan dan kekacauan.

Tetapi Agustan juga mengapresiasi Ninik Lantara sebagai perempuan hebat, karena mampu membawa lembaga UPRI keluar dari kemelut internal. “Dia juga berhasil menurunkan tensi konflik dengan membangun kebersamaan dengan civitas akademika di tingkat fakultas, dan mampu menggunakan jejaring eksternal untuk mengembangkan dan membesarkan kampus,” tandas Agustan.

Menanggapi komentar dari dua pembicara tentang dirinya, Rektor UPRI Makassar, Niniek Lantara mengatakan bahwa kinerja setahun usia UPRI, adalah berkat kerjasama seluruh civitas akademika kampus secara bersama yang aktif mendiskusikan solusi terbaik dari sekian banyak masalah yang datang silih berganti.

Selain itu, Ninik mengungkapkan bahwa para pengelola UPRI bertekad, mulai tahun 2016 ini, akan mengembalikan kejayaan kampus dengan tetap memperhatikan regulasi dan rambu-rambu dalam pengelolaan perguruan tinggi.


Tag
  • UPRI
  •  
    div>