SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Disnaker dan SDC Buka Job Fair Khusus Lulusan Kejuruan

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 09:40
Disnaker dan SDC Buka Job Fair Khusus Lulusan Kejuruan

Kepala Disanaker Kota Makassar, Irwan Bangsawan saat membuka secara resmi job fair 2018 di Mall Panakukkang, Rabu (13/12). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jumlah pencari kerja tiap tahun bertambah, utamanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang semakin meningkat. Bahkan lulusan Kejuruan tersebut kerap kali mendapat kerja tidak sesuai disiplin, olehnya itu Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar membuka job fair khusus.

Kepala Disnaker Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan, program Skill Development Center (SDC) merupakan program pusat dimana tugasnya merekrut lulusan SMK yang kemudian akan diberikan pelatihan kembali sesuai keahliannya dan akan mendapatkan sertifikat keahlian.

“Banyak teman-teman kita lulusan SMK tapi kerja di mall, itu tidak sesuai keahliannya. Nah, disini SDC fungsinya memberikan pelatihan kembali dan nantinya mendapat sertifikat yang digunakan dalam dunia kerja nantinya,” cetus Irwan Bangsawan, Senin (8/10) saat ditemui di kegiatan Job Fair di Four Points by Sheraton.

Kata Irwan, pasca mendapat pelatihan dan sertifikat, lulusan kejuruan tersebut langsung mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya yang akan di fasilitasi oleh Program SDC.

“Mulai tahun ini bursa kerja khusus pada SMK. Kouta disiapkan tahun ini 500, tahun depan 4000 kesempatan kerja yang dibiayai SDC (APBN),” ucapnya.

Kata Irwan, konsep pelatihan dan pemberian sertifikat akan diatur penuh oleh SDC sebagai pemilik program, termasuk waktu dan tempat pelatihannya.

Sementara, Ketua SDC Makassar, Affandy Agusman Aris mengatakan, program SDC ini merupakan program nasional dimana sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2016 terkait revitalisasi SMK. Makassar menjadi pilot project nasional oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Ada tiga kota di Indonesia jadi pilot project, tapi karena di Makassar pengangguran terbuka besar sehingga pilot projectnya diberikan ke Makassar,” katanya.

“Melalui SDC ini, turunan dari Inpres dimana Pemerinta Pusat akan melaunching 1 juta sertifikasi kompotensi. Dari project ini kalau berhasil akan menjadi percontohan daerah lain,” tambahnya.

Kata Affandy, ada lima kota skalai nasional yang direncanakan akan membentuk SDC dan Makassar menjadi kota pertama yang membentuk sehingga percontohan dari daerah akan belajar di Kota Makassar.

“Dengan hadirnya SDC bagaimana pencari kerja, utamanya SMK langsung mendapat pekerjaan dan tidak ada lagi proses pemagangan. Jadi mereka dilatih dan di uji,” jelasnya.

Lanjut Affandy, program SDC ini memiliki skema pelatihan ada empat di Kota Makassar yang akan menjadi percontohan, misalnya skema pariwisata, Wellding, rumput laut dan retail.

“Semua ini akan diupayakan berstandar Internasional. Khusus ritel, ini akan disinkronkan dengan program Pemkot terkait PKL, jadi semua PKL nantinya akan diberi pelatihan dan memiliki sertifikat,” terangnya.

“Tahun depan akan menjadi lima skema, yaitu konstruksi. Nah, ini jika berhasil kelima skema akan dijadikan percontohan diseluruh Indonesia,” tambahnya.

Diketahui, Program Skill Development Center (SDC) dikembangkan oleh Bappenas sebagai respon terhadap kebijakan Presiden RI, Joko Widodo untuk merevitalisasi pendidikan dan pelatihan dan didukung Pemeritah Australia.

Ada lima wilayah menjadi percontohan. Selain Makassar, ada Denpasar, Solo, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Banten. (*)


div>