SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Disnaker Parepare Beri Ultimatum, THR Karyawan Wajib Dibayar H-7 Lebaran

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 13 Juni 2017 14:03
Disnaker Parepare Beri Ultimatum, THR Karyawan Wajib Dibayar H-7 Lebaran

H Gustam Kasim, Kepala Disnaker Kota Parepare

PAREPARE, RAKSUL.COM- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Parepare memberikan ultimatum kepada semua perusahaan yang beroperasi di wilayah Parepare. Ultimatum yang akan disusul dengan pemberian surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Parepare, menyampaikan agar semua Pimpinan Perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan, minimal tujuh hari sebelum (H-7) lebaran Idul Fitri 1438 H.

Penegasan ini disampaikan Kepala Disnaker Kota Parepare, H Gustam Kasim saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (13/6). Menurut Gustam, pembayaran THR kepada karyawan diberikan berdasarkan masa kerja.

Karyawan yang bekerja minimal satu tahun kata dia, wajib menerima THR sebulan gaji, tanpa potongan apapun. “Setiap perusahaan itu wajib hukumnya memberikan THR, THR keagamaan namanya. Kalau satu tahun, dapat satu bulan gaji, tidak boleh tidak,” tegas Gustam, sapaan Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Parepare ini.

Lanjut Gustam, sementara Karyawan yang bekerja di bawah masa kerja satu tahun diberikan secara proporsional, misalnya kata dia, karyawan yang baru bekerja sebulan, tetap berhak mendapatkan THR, namun besarannya sesuai dengan kemampuan perusahaan.

“Kalau baru satu bulan kerja, itu tetap dibayar THR-nya tapi besarannya tergantung dari perusahaan yang bersangkutan,” sambungnya.

Bagi perusahaan yang mengindahkan aturan yang berkesesuaian dengan UU Permen No. 6 Tahun 2016 ini akan dikenakan sanksi, minimal sanksi administrasi.

“Setelah surat edaran kita layangkan, kita akan turun mengecek kebenarannya di lapangan satu minggu sebelum lebaran, apakah perusahaan tersebut sudah membayarkan THR karyawannya atau belum,” terangnya.
Terkait dengan rencana pemantauan di lapangan, pihaknya meminta Pers dan LSM untuk turut membantu dalam pengawasan pembayaran THR tersebut.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, saya selalu turun bersama pers dan LSM supaya betul-betul pemantauan kita akurat. Kita ingin kewajiban perusahan dapat direalisasikan, sehingga karyawan dapat menikmati THR untuk kebutuhan hari raya,” tandasnya. (Nia)


Tag
div>