MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Disparekraf Makassar Target Jambore Fotografer Masuk Even Internasional

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 08 April 2017 17:41
Disparekraf Makassar Target Jambore Fotografer Masuk Even Internasional

Jambore Fotografi yang digelar Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar 2017 di Benteng Sombu Opu, Kabupaten Gowa, resmi dibuka, Sabtu (8/4). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.

Jambore Fotografi yang digelar Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar 2017 di Benteng Sombu Opu, Kabupaten Gowa, resmi dibuka, Sabtu (8/4). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jambore Fotografi yang merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar 2017 resmi digelar di Benteng Sombu Opu, Kabupaten Gowa Sabtu (8/4).

Even tahunan ini, tampak lebih meriah di banding tahun sebelumnya karena banyak mengangkat konten lokal seperti budaya dan adat istiadat. Diikuti 521 fotografer dari Makassar Sulsel dan luar Sulsel.

“Jadi, target kita jambore fotografer ke depan masuk di even internasional. Ini tekad Pariwisata untuk membangun ekonomi kreatif di Makassar,” tutut Rusmayani Madjid, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar.

Kegiatan ini juga, bekerja sama Federasi Fotografi Sulawesi Selatan (FFSS) dan beberapa mitra terkait. Jambore Fotografi 2017 telah memasuki tahun ketiga pelaksanaanya. Tahun ini, even akbar terkait fotografi ini mengangkat tema ‘Makassar Historis’.

Rusmayani menjelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk menarik wisatawan di Kota Makassar. Baik wisatawan nasional dan mancanegara.

“Ini tujuanya jual untuk menarik wisatawan melirik destinasi di kota Makassar dan Sulsel. Itu sebabnya kita upayakan bisa masuk hajatan internasional,” tuturnya.

Sementara, panitia penyelenggara dari Disparekraf Makassar, Liya, menuturkan, alasan digelar Jambore fotografer di area kawan benteng sombu opu dengan tujuan memperkenalkan salah satu situs bersejarah di Sulsel kepada peserta fotografer untuk di perkenalkan atau diabadikan melalui karya.

“Selain memperkenalkan destinasi situs bersejarah di Sulsel ke nasional. Juga mempromosikan keindahan di benteng kepada wisatawan asing di luar Sulsel,” tuturnya. (***)


div>