• Minggu, 21 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Disperindag: Harga Daging Masih Stabil

Rabu , 29 Mei 2013 09:32
Total Pembaca : 287 Views
ilustrasi

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan, harga daging sapi di pasaran masih stabil. Namun, untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi akibat pembatasan kuota impor, pihaknya akan melakukan rapat dengan berbagai stakeholder.

“Harga daging sekarang masih stabil. Tapi, kita akan melakukan rapat untuk mengantisipasi naiknya harga daging,” kata Irman, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (28/5).

Irman mengungkapkan, salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan menjaga stok. Selama kebutuhan mencukupi, maka tidak akan terjadi lonjakan harga.

“Yang harus kita jaga adalah stoknya. Untuk saat ini, stoknya masih aman,” ujarnya.

Selain stok, lanjutnya, proses distribusi juga juga harus dalam pengawasan. Jangan sampai, ada pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan karena ada isu bahwa harga daging sapi akan naik.

“Itulah mengapa kita akan rapat dengan stakeholder terkait,” terangnya.

Tidak hanya stok daging sapi, Irman juga menjamin stok kebutuhan pokok untuk masyarakat dalam kondisi aman. Ia mengaku, Disperindag Sulsel terus memantau  harga bahan pokok di beberapa pasar tradisional. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat tidak akan mempengaruhi terjadinya kenaikan bahan pokok di Sulsel.

“Kami melakukan pemantauan harga mulai dari lini konsumen sampai distributor. Hingga kini, harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional dan masyarakat  masih normal  dan belum terjadi kenaikan  harga  secara signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Kota Makassar, Disperindag memiliki beberapa anggota yang bertugas melakukan pengawasan di pasar-pasar tradisional dan juga di pasar moderen. Selain melakukan pengawasan terhadap pasar,  tim juga melakukan pendataan harga bahan pokok. Mengenai ketersediaan bahan pokok di Sulsel, untuk  ketahanan beras atau stok yang ada  di Bulog  masih mencukupi untuk 30 bulan ke depannya. Sedangkan, stok gula pasir masih tersedia 2.600  ton.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok untuk kebutuhan pokok masih aman,” imbuhnya. (dwi/dul)