SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Dispora Pecahkan Rekor Realisasi Anggaran Terendah

Reporter:

Fahrullah - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 12 Desember 2017 13:00
Dispora Pecahkan Rekor Realisasi Anggaran Terendah

Dok. RakyatSulsel

– OPD Lingkup Pemprov Sulsel Belum Capai Target

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel belum mencapai target. Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah per tanggal 7 Desember 2017, baru berkisar Rp 7,184 triliun lebih atau 77,15 persen, dari target belanja daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, yang mencapai Rp 9,311 triliun.

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, belum ada satupun OPD yang mencapai angka 90 persen, laporan realisasi belanja langsung berdasarkan pagu sampai dengan Desember 2017. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel bahkan memecahkan rekor pencapaian terendah, hanya 10,26 persen, dari total anggaran Rp 113 miliar lebih. Atau hanya terealisasi Rp 11,6 miliar.

Tiga OPD dengan realisasi tertinggi, juga belum mencapai angka 90 persen. Antara lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah 81,86 persen, Dinas Perindustrian 79,95 persen, dan Dinas Perkebunan 77,72 persen.

Menanggapi rendahnya serapan anggaran OPD tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, saat ini serapan anggaran menuju 90 persen. Menurutnya, keterlambatan yang terjadi dikarenakan persoalan dari pemerintah pusat.

“Memang ada keterlambatan pada triwulan satu menuju triwulan dua, itu secara nasional. Karena ada proses yang berkontraksi. Kalau sampai 90 sudah bagus,” kata Syahrul, Senin (11/12) kemarin.

Ia menegaskan, tidak boleh ada OPD yang serapannya dibawah 50 persen. Tahun depan, Syahrul berharap masalah anggaran dari pusat tidak ada lagi, sehingga proses lelang dan tender proyek juga bisa dipercepat.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Latief, berjanji akan melakukan evaluasi terhadap OPD yang serapan anggarannya masih rendah. “Ini akan kita evaluasi nanti di rapat berikutnya tentang anggaran,” pungkasnya.

Terkait evaluasi kepala OPD, Abdul Latief belum bisa memastikan. Menurutnya, para kepala OPD masih memiliki waktu untuk melakukan penyerapan anggaran semaksimal mungkin hingga akhir tahun 2017. “Kita belum bicara itu, kita lagi dorong mereka untuk fokus dulu. Jangan dievaluasi dulu. Fokus dulu untuk penyerapannya. Masih ada satu bulan waktunya,” ujarnya.

Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman, saat dihubungi mengungkapkan, realisasi keuangan sedikit lambat karena beberapa kontraktor besar tidak mencairkan pembayaran tahap dua dan tiga. Tetapi, progres fisik tetap berjalan sesuai perencanaan.

“Rekanan tidak ambil uangnya. Tetapi memilih menumpuk atau diambil sekalian di akhir tahun. Jadi, sangat optimistis bisa maksimal. Pencairan kan terakhir di pertengahan Desember ini,” bebernya.

Jufri menjelaskan, realisasi APBD di Sulsel untuk realisasi keuangan mencapai 55,34 persen atau Rp 5,06 triliun. Sementara untuk realisasi fisik mencapai 65,17 persen dari total pagu Rp 9,14 triliun. “Untuk anggaran proyek-proyek fisik itu sekitar Rp 814 miliar dari 463 paket. Dengan 80,13 persen progres serapannya. Kita harap Silpa tahun ini tak terlalu banyak,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muchlis Mallajareng, mengakui, serapan anggaran Dispora di akhir triwulan ini memang belum maksimal. Masih ada beberapa kendala termasuk Stadion Barombong, masih dalam tahap perampungan untuk tribun utara – selatan dan barat.

“Belanja langsung Dispora itu kurang lebih Rp 113 miliar, sementara total untuk Barombong itu mencapai Rp 95 miliar. Selisihnya Rp 18 miliar yang membiayai 91 kegiatan. Lalu kemudian 83 persen itu masuk ke dalam Stadion Barombong,” jelas Muchlis.

Muchlis mengakui, progres Stadion Barombong saat ini realisasi anggarannya baru mencapai 50 persen. Secara fisik, tribun utara dan selatan hanya 63 persen, sementara anggarannya baru terealisasi sebesar 50 persen. Sementara, tribun barat keadaan fisiknya 49 persen dan realisasi anggarannya 20 persen.

“Otomatis, inilah yang berdampak pada akumulasi realisasi anggaran di Dispora. Karena tidak bisa lebih tinggi keuangan daripada fisik. Rumusnya memang dibayarkan setelah kondisi fisik selesai,” imbuhnya.

Selain Stadion Barombong yang didanai anggaran hingga 80 persen, 90 kegiatan Dispora lainnya, kata Muchlis, sudah terealisasi. “Kita berharap akhir tahun ini jika fisik stadion sudah selesai, maka akan mendongkrak keseluruhan realisasi Dispora,” tutupnya.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Sulsel, Irwan Patawari, optimistis, Pemprov Sulsel bisa memenuhi target realiasi anggaran sebelum 15 Desember nanti. Menurutnya, data yang ada saat ini hanya karena keterlambatan pelaporan.

“Kalau sudah 77 persen, Insyaallah bisa memenuhi target. Saya kira, saat ini masih menumpuk dalam pelaporannya. Kan proses administrasinya hingga tanggal 30 Desember,” imbuhnya. (*)


div>