KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Distamben Capai PAD 103 Persen

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 Januari 2016 18:00

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Luwu Utara, di tahun 2015 melebihi dari target. Di mana Target 1,4 Milyar rupiah, sedang realisasi mencapai Rp 1.443 Milyar atau capaiaNnya berkisar 103,7 persen. Dengan tercapainya target PAD tersebut bahkan lebih, sehingga Dinas Pertambangan menaikkan targetnya pada tahun 2016.  

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Suaib Mansyur, mengungkapkan bahwa Untuk itu Distamben telah menetapkan Target PAD pada tahun 2016, yakni Rp 1,6 Milyar. Meningkat sekitar Rp 200 juta dari target sebelumnya. Dinama kenaikan target PAD tersebut telah melalui pengkajian atau analisa tersendiri yang diyakini dapat tercapai nantinya. Capaian target bisa terealisasi kalau perhitungan atau proyeksi target benar, Harus diberdasarkan analisa anggaran.
 
“Kenaikan Target tersebut harapannya ada pada pembangunan bendung baliase, dimana nantinya pembangunan Bendung baliase tersebut menggunakan tambang galian golongan C (Non Logam) yang cukup besar. Begitu pula Jumlah permintaan dari tambang seperti proyek pembngunan yang diperkirakan akan meningkat ditahun 2016 ini,” paparnya (5/1).    
Selain itu kata Suaib Mansyur, Juga dengan adanya Dana Alokasi Desa yang cukup besar disetiap Desa, maka secara otomatis proses pembangunan fisik disetiap desa akan meningkat. 

“Jika proses pembangunan di Desa berjalan lancar maka permintaan material tambang akan besar pula. Semuanya itu merupakan potensi peningkatan PAD pada sektor tambang galian C. Semakin banyak permintaan maka semakin besar PAD,” ucap Suaib.  

Selain itu Untuk Penggunaan perorangan selain proyek seperti pembangunan perumahan milik pribadi, rata-rata PAD setiap tahunnya berkisar 500 juta rupiah. 

Berdasarkan Undang-undang no 23 tahun 2014, seluruh kewenangan diambil alih oleh propinsi seperti izin, pengawasan. Walaupun Pajak tetap masih ditangani oleh daerah. Sehingga dengan demikian seluruh bentuk perizinan untuk pertambangan telah diambil alih oleh Provinsi.

“Mulai saat ini jika ada yang mengurus izin maka harus ke provinsi termasuk perpanjangan izin tersebut. Dilemanya sekarang proses pengurusan ijin agak rumit, karena pengurusan berada dipropinsi dan cukup berbelit dan lama. Akan tetapi itu tidak berpengaruh kepada permintaan,” jelas Suaib. 

Kiat agar PAD tetap tercapai ditempatkan petugas lapangan sebagai penjaga. Serta secara berkala dilakukan swiping benda berharga yaitu karcis, jika tidak menggunakan karcis maka akan dihentikan. Secara rutin juga dilakukan pengawasan oleh bagian pengawasan pertambahgan. Jika ada yang tidak berizin maka akan ditutup tambang tersebut. “Memang pernah terjadi penutupan tambang karena tidak memiliki ijin, karena sudah melanggar maka ditutup,” Tambahnya. 

Untuk diketahui bahwa PAD Distamben masih terfoskus pada tambang non logam, sebab untuk tambang Logam semuanya masih tahap eksplorasi. Seperti halnya masih berjalan hingga sekarang di Rampi dan Seko oleh Kalla Arebama. 


div>