RABU , 17 OKTOBER 2018

Ditawari Staf Ahli Presiden, SYL Pastikan Tetap Nyaleg

Reporter:

SURYADI-FAHRULLAH-Al AMIN

Editor:

Lukman

Jumat , 03 Agustus 2018 16:00
Ditawari Staf Ahli Presiden, SYL Pastikan Tetap Nyaleg

SYL tetap Nyaleg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua DPP NasDem Bidang Hubungan Antar Daerah, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mendapat tawaran dari Istana Negara sebagai Staf Ahli Presiden Bidang Pemerintahan Daerah.

Menerima atau tidak tawaran tersebut, SYL yang juga maju bertarung pada Pileg 2019 mendatang menegaskan tidak akan mundur dari pertarungan perebutan kursi Senayan.

SYL membenarkan, telah menerima surat dari Kantor Staf Presiden (KSP) yang diantar langsung Juru Bicara Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin, sejak Rabu (1/8) lalu. Namun, ia belum membuka surat tersebut. Gubernur Sulsel dua periode ini akan menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh terlebih dahulu, untuk meminta pendapatnya.

“Saya belum tahu isi pasti suratnya. Tapi sebagai Ketua DPP NasDem, tentu etikanya saya harus lapor Ketua Umum dulu, Pak Surya Paloh. Saya tidak mau laporkan ini via telepon, karena tentu saya harus liat juga bagaimana gestur tubuhnya,” kata SYL, Kamis (2/8).

Menurutnya, Surya Paloh sebagai Ketua Umum akan memandang hal ini secara arif dan bijaksana. Apalagi, Partai NasDem adalah partai pemerintah, sehingga tentunya jika dibutuhkan dalam hal apapun, sepanjang itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu siap.

“Saya bukan orang yang cari-cari jabatan. Bagaimanapun saya harus lapor Pak Surya Paloh dulu, seperti itu etikanya,” ujarnya.

Apakah jabatan sebagai Staf Ahli Presiden akan membuat SYL mundur sebagai caleg, Ia menegaskan, tetap akan bertarung di Pileg 2019 mendatang. SYL akan bertarung untuk memperebutkan kursi DPR RI di Dapil Sulsel II yang meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru, Kepulauan Pangkep dan Maros.

“Isu ini ternyata memunculkan kegamangan, sehingga saya harus tegaskan bahwa, apakah tetap maju di pileg, itu substansi. Tidak boleh ada caleg yang mundur, harus bertarung secara maksimal. Apakah Syahrul mundur dari caleg, tentu saja tidak,” tegasnya, Kamis (2/8).

Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, menurut SYL adalah pertarungan high level politik. Seluruh kekuatan partai harus dikerahkan untuk memenangkan pertarungan.

“Sebagai Ketua DPP, saya harus siap bertarung. Dan salah satu substansi sebagai kader parpol, memang harus bertarung,” tegasnya.

Kalaupun ia menerima posisi sebagai Staf Ahli Presiden bidang Pemerintahan Daerah, SYL menyampaikan, tidak ada aturan yang mengikatnya untuk kemudian mundur dari pencalegan. “Intinya, saya tetap bertarung di pileg,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia Ali Mochtar Ngabalin datang ke Makassar untuk memberikan surat langsung kepada SYL. Surat yang diserahkan oleh Ngabalin berwarna putih yang masih tersegel rapat dengan tulisan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, berwarna hitam dengan gambar Istana Presiden berwarna emas.

“Saya datang ke Makassar ini atas nama Kepala Staf Kantor Kepresiden Republik Indonesia, Panglima TNI Jendral (Purn) Moeldeko,” kata Ngabalin.

Tenaga ahli utama setingkat dengan eselon 1B di Kedeputian IV KSP dan Juru Bicara Presiden itu membawa surat spesial. “Untuk Doktor Haji Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel, tugas penting ini saya datang. Dan beliau sebagai kader Partai Nasdem, ada koordinasi penting yang harus dilakukan, dengan pimpinan partai dengan kader-kader terbaik Partai NasDem,” ujarnya.

Ia memberikan bocoran bahwa negara membutuhkan orang-orang pintar, memiliki kemampuan intelektual, knowledge (pengetahuan) seperti SYL. “Presiden Jokowi membutuhkan orang -orang yang punya pengalaman dan network karena itu saya datang ke Makassar, membawa surat khusus dari Staf Kepresidenan RI,” bebernya.

“Saya berjumpa Beliau, Saya senang, Saya bahagia, tinggal nanti apa keputusan dan waktu dimiliki Pak Syahrul karena partai membutuhkan beliau,” lanjutnya.

Ia pun merasa yakin akan ada momentum yang tepat untuk melaporkan pada Presiden Jokowi terhadap betapa pentingnya seorang SYL untuk kepentingan bangsa dan negara. Mendukung kerja-kerja presiden yang besar dan berat khususnya di Kantor Staf Kepresidenan.

Untuk surat khusus dari KSP ini pun, Ia tidak berani buka surat tersebut dan tidak mengetahui isinya. “Karena saya hanya bawa, karena rahasia negara, saya harus serahkan pada beliau, nanti kita liat,” ujarnya.

Apakah untuk tawaran untuk SYL menjadi tenaga ahli, Ngabalin hanya menjawab secara diplomatis. “Kalau negara yang perlu tentu, sama dengan saya, saya inikan kader Partai Golkar, presiden membutuhkan saya sebagai mulut, mata dan telinga presiden, sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulsel, menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Surya Paloh. Pengurus DPW NasDem Sulsel, Tobo Khaeruddin, menilai, surat tersebut merupakan panggilan negara yang membutuhkan orang-orang cerdas seperti SYL. Sosok SYL memang merupakan politisi senior yang memiliki kemampuan mumpuni.

“Beliau aparat sipil yang mengakar. Jejaknya dari jenjang lurah, camat, bupati, sampai gubernur dua periode, beliau hampir tanpa cacat di dunia politik dan pemerintahan,” ujar Tobo.

Menurut dia, hal itu mungkin yang melatarbelakangi sehingga Istana Negara melirik sosok SYL untuk mengabdikan diri kepada negara. “Dan kami masyarakat Sulsel tentu bangga dengan hal tersebut dan kami pun sangat mendukung,” tambahnya.

Terkait dengan pilihan memenuhi panggilan negara dan pencalonan SYL sebagai caleg DPR RI, ia menyerahkan sepenuhnya kepada putusan tertinggi partai. “Beliau orangnya sangat teguh memegang komitmen, sering kami dengar pernyataan darinya bahwa apapun itu, ia akan selalu tegak lurus dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh,” jelasnya.

Atas kabar tersebut, keluarga besar SYL tetap mengapresiasinya. Kakak kandung SYL, Tenri Olle YL dapat memahami dan mengapresiasi amanah yang diberikan kepada sang komandan sebagai hal yang positif.

“Tentu keluarga merasa bangga dan bersyukur atas amanah yang diberikan. Karena dengan pertimbangan sebagai gubernur dua periode yang berhasil, kita berharap banyak tokoh Sulsel bisa,” tuturnya.

Meski demikian, Tenri Olle berharap agar amanah yang diberikan ke SYL dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tak hanya itu, Wakil Ketua DPW NasDem ini juga tetap berharap agar SYL yang juga salah satu elite di DPP Nasdem tetap memberi perhatian kepada masyarakat, daerah dan partainya. “Berkiprah pada tingkat nasional dan tentu lebih baik lagi,” ucapnya.

Terkait masuknya SYL dalam bursa Bacaleg DPR RI dari Partai NasDem, dinilai Tenri Olle merupakan hal yang bisa sejalan dengan jabatan staf presiden. “Partai tetap mencalonkan sebagai caleg, karena menjadi caleg juga adalah tempat untuk melakukan pengabdian pada bangsa dan negara,” imbuhnya.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, majunya SYL sebagai Caleg memiliki tantangan yang begitu besar, mengingat persaingan di Dapil Sulsel II didominasi orang orang memiliki pengalaman politik.

“Majunya SYL sebagai caleg ada plus minusnya. Plusnya memiliki kekuatan terukur yang akan menjadi tolak ukur untuk bersain dipentaskan nasional kalau menang dan minusnya ketika kalah ini bisa membuat marginnya akan turun,” kata Andi Luhur Prianto. (*)


div>