RABU , 14 NOVEMBER 2018

Diterjang Puting Beliung, 25 Rumah Porak Poranda di Maros

Reporter:

Muhammad Iqbal AM

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 11:00
Diterjang Puting Beliung, 25 Rumah Porak Poranda di Maros

Rumah warga porak-poranda, usai diterjang bencana angin puting beliung yang terjadi, Senin (15/10/2018) kemarin.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 25 unit rumah warga di tiga desa di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros porak-poranda, usai diterjang bencana angin puting beliung yang terjadi, Senin (15/10/2018) kemarin.

Salah seorang pemilik rumah di Dusun Bonto Bunga, Syarif menjelaskan, jika kejadian ini menimpa rumah miliknya berlangsung singkat. Saat itu kata dia, hujan dan angin kencang menerpa pemukiman hingga separuh atap seng dan balok rumah miliknya ikut terlepas.

“Sekitar jam 5 kejadian, saat itu angin kencang dan hujan deras makanya balok patah-patah dan seng terbang,”katanya, Selasa (16/10).

Untuk mengantisipasi datangnya hujan susulan, warga hanya memanfaatkan sisa balok kayu yang bisa terpakai dan berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait, untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

“Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah, semalam yang datang hanya polisi tanya-tanya. Kita berharap ada bantuan, karena balok patah dan tidak ada uang,” keluh Syarif.

Sementara itu, Kapolsek Moncongloe Abd. Malik saat ditemui di lokasi menjelaskan, sejauh ini terdapat 25 unit rumah mengalami kerusakan di tiga desa. Termasuk di antaranya rumah penduduk, masjid dan kandang ayam milik warga rata dengan tanah.

“Ada 25 rumah untuk wilayah Bonto Marannu, Bonto Bunga dengan Moncongloe Bulu, jadi tiga desa di satu kecamatan. Kerusakan rata-rata di bagian atap rumah warga, selain itu ada juga perumahan sekolah di Manjalling, Mesjid juga ada termasuk kandang ayam,” ujarnya.

Sejauh ini kata dia, pemerintah terkait juga telah melakukan pendataan terkait bencana angin puting beliung yang melanda pemukiman warga. Meski begitu, pemerintah kecamatan masih menunggu datangnya bantuan dari pemerintah kabupaten.

“Kalau dari pemerintah semalam jam 1 sudah datang dari BPBD, kemudian dilaporkan juga ke kabupaten terkait bencana alam puting beliung ini dan pemerintah kecamatan menunggu bantuan dari kabupaten,” paparnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, akibat puluhan rumah warga yang porak-poranda usai diterjang angin bencana puting beliung.

“Sejauh ini untuk korban jiwa tidak ada, tapi kerugian materil secara keseluruhan sampai Rp 700 juta,” terangnya.

Di kesempatan itu, jajaran petugas dari polsek Moncongloe juga memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana angin puting beliung, berupa paku seng dan balok untuk digunakan saat perbaikan.

Dari pantauan di lokasi, tidak hanya pada pemukiman dan 3 unit kandang ayam serta fasilitas ibadah yang terkena dampak bencana angin puting beliung ini. Namun pagar pembatas sepanjang 100 meter milik PLN Gardu induk yang ada di Kecamatan Mongcongloe juga rata dengan pondasi. (*)


div>