JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Ditjen Imigrasi Gelar Pencegahan TKI Ilegal di Parepare, Walikota Gaungkan SDM Terbarukan

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 17 Oktober 2018 12:00
Ditjen Imigrasi Gelar Pencegahan TKI Ilegal di Parepare, Walikota Gaungkan SDM Terbarukan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Direktorat Jenderal Imigrasi kerjasama Internasional Organization of Migration bersama Pemkot Parepare melakukan upaya Pencegahan dan Penindakan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) Non Prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Upaya pencegahan TKI ilegal yang dilakukan melalui diskusi panel dari kalangan pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, agama, dan unsur pemerintahan ini dilaksanakan di Ruang Pola Setdako Parepare, Rabu, (17/10/2018).

Kepala Kantorr Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Imam Suyudi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi, dan pemahaman dan upaya penanggulangan terkait TKI non prosedural dan perdagangan orang.

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Kerjasama Keimigrasian, Efendy Peranginangin. Dia mengatakan dipilihnya Parepare sebagai lokasi pelaksanaan PPPMI dan TPPO lantaran memiliki pelabuhan yang letaknya strategis.

“Parepare dipilih lantaran memiliki pelabuhan sebagai pintu keluar utama di Sulsel dan adanya faktor sosial budaya, antara Bugis, Makassar dan Malaysia, sehingga mereka dengan leluasa keluar tanpa prosedural resmi,” ungkap Efendy.

Dia berharap, dengan upaya yang dilakukan ini dapat mencegah adanya TKI ilegal.

Sementara, Wali Kota Parepare dengan gamblang menyampaikan sejumlah solusi sebagai upaya pencegahan dan penanganan.

“Persoalan ketenagakerjaan dan pengangguran kita potret dengan baik. Pemkot Parepare menyadari sekali, persoalan tenga kerja merupakan persoalan dari hulu ke hilir. Semua komponen harus terlibat dan bekerja. Lalu kita mapping pekerjaan kita, termasuk hukum melakukan upaya preventif,” terang Taufan.

Tak hanya aksi pencegahan, Taufan Pawe menggaungkan SDM TKI terbarukan, sebagaimana konsep Prof BJ Habibie sebagai tokoh inspiratif dalam membangun Parepare.

“Mempersiapkan tenaga kerja tidak hanya sekedar modal semangat dan keinginan. Pemkot juga harus memnfasilitasi SDM. Konsep Habibie bahwa peningkatan SDM harus terbarukan. Kata terbarukan inilah menjadi bagian, ada kemampuan lebih SDM kita dibanding SDM di luar sana,” tukasnya. (*)


div>