RABU , 21 NOVEMBER 2018

Dituntut 7 Tahun, Remaja Pengedar Tembakau Gorilla di Parepare Ini Divonis 1.6 Tahun Penjara

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 24 Agustus 2017 18:33
Dituntut 7 Tahun, Remaja Pengedar Tembakau Gorilla di Parepare Ini Divonis 1.6 Tahun Penjara

Ilustrasi

PAREPARE, RAKSUL.COM-Nasib Remaja berisial FA (17) yang tertangkap tangan melakukan transaksi Tembakau Gorilla, sebuah narkotika jenis baru yang diperjualbelikan di Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 5, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare pada 14 Juli 2017 lalu akhirnya diketuk Hakim Pengadilan Negeri (PN) Parepare, kemarin.

FA divonis bersalah dengan ganjaran hukuman 1.6 tahun penjara. Sebelum divonis hukuman penjara, terdakwa dituntut pidana penjara selama 7 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare Amiruddin.

Tuntutan ini disampaikan lantaran JPU meyakini terdakwa FA terbukti melanggar hukum, seperti yang tertuang dalam pasal 112 (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun, dalam putusan yang dibacakan Hakim Anak bernama Crispian, terdakwa hanya dihukum 1.6 tahun dari tuntutan JPU, yakni 7 tahun. Salah satu pertimbangan hakim yang memilih menetapkan 1,6 tahun penjara tersebut karena masih tergolong anak di bawah umur.

Sementara JPU Amiruddin menilai, tuntutan 7 tahun penjara yang diberikan kepada terdakwah karena mempertimbangkan usia FA, yang masih di bawah umur. Namun Amiruddin menyayangkan putusan Hakim, tidak berkesesuaian dengan upaya Penegak Hukum dalam memberantas narkoba.

“Kita tuntut hanya 7 tahun karena masih di bawah umur, tapi putusan Hakim hanya 1.6 tahun dengam pertimbangan masih di bawah umur. Padahal pertimbangan kami, terdakwa memiliki kesalahan yang berat karena dia yang membeli, dia yang menjual dan dia juga yang mengedarkan, ini yang memberatkannya seshingga kami sudah menyatakan banding di Pengadilan Tinggi, Makassar,” papar Amiruddin.

Sementara Kepala Kejari Parepare, Reskiana Ramayanti menjelaskan, kasus narkoba yang menjerat remaja berinisial FA ini harus ditangani secara serius karena memiliki dampak yang luar biasa dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Ini jenis barang bukti baru yang pertama kali ditangani Kejari Parepare sehingga harus ditangani secara serius sesuai aturan yang berlaku dan ini harus segera diantisipasi oleh semua unsur masyarakat karena dampaknya sangat negatif,” tegas Reskiana Ramayanti.


div>