SENIN , 19 NOVEMBER 2018

DKP Makassar Sosialisasi Pembinaan Pangan

Reporter:

Editor:

RRS

Selasa , 06 November 2018 20:33
DKP Makassar Sosialisasi Pembinaan Pangan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL. COM –
Dinas Ketahanan Pangan (DKP)  Kota Makassar menggelar sosialisasi pembinaan pangan produktif pada lahan pekarangan rumah, Selasa (6/11).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ferdy Muhtar MSc Phd dan DR Azikin Muhtar selaku pembicara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari Bidang Ketersediaan dan Produksi Pangan.

Kadis Ketahanan Pangan Makassar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Dra Mekkawati M Si, menyampaikan, berkebun di pekarangan merupakan upaya untuk menghadapi tantangan pertanian di era modern.

“Ini merupakan rangkaian dari kegiatan rutin dan tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian yang saat ini dirasakan makin sulit dan kompleks,” terang dia.

Dia mengungkapkan, paling tidak ada beberapa manfaat bercocok tanam di pekarangan.

Pertama, berpotensi sebagai penghasil tambahan, seperti bahan pangan bahan obat-obatan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka hidup sehat dan murah.

Kedua, bila pemanfaatan pekarangan semakin berkembang dengan diikuti kreatifitas, maka Kelompok Wanita Tani (KWT) pada suatu saat nanti akan menghasilkan berbagai jenis komoditas yang bisa dijadikan sebagai bahan industri rumah tangga yang nantinya akan meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketiga, pemanfaatan pekarangan dengan taman pekarangan yang konseptual, akan memberikan kenyamanan serta dapat memnuhi jasmani dan rohani, terutama keluarga.

Dia juga mengungkapkan, sejumlah kendala terkait masalah sosial, budaya dan ekonomi masih dijumpai dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

Diantaranya belum membudayanya budidaya pekarangan secara intensif.

Masih bersifat sambilan dan belum berorientasi pasar. Sehingga, kurang tersedianya teknologi budidaya spesifik pekarangan serta proses pendampingan dari petugas yang belum memadai.

Dia berharap, kedepannya, setiap rumah tangga agar bisa mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga.


Tag
div>