SELASA , 20 NOVEMBER 2018

DKP3 Gandeng IFAD Bantu Masyarakat Pesisir di Makassar

Reporter:

Editor:

hur

Sabtu , 30 April 2016 15:50

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Makassar, menggandeng perusahaan luar negeri International Fund For Agriculture Development (IFAD) untuk untuk mensukseskan pelaksanaan program dan success story Coastal Community Development Project (CCDP IFAD) bagi masyarakat nelayan pesisir di Kota Makassar.

“Tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan program DKP3 kepadaBmasyarakat pesisir dan pulau,” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3), Rahman Bando, saat ditemui usai menerima kunjungan perwakilan IFAD, Jumat (29/4).

Rahman Bando mengatakan, IFAD salah satu lembaga di bawah PBB, yang berkonsentrasi pada pembiayaan kegiatan pemberdayaan masyarakat
di sektor pertanian, pesisir dan kelautan di seluruh dunia.

Ia mengatakan, IFAD adalah salah satu lembaga dibawah PBB, yang berkonsentrasi pada pembiayaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di
sektor pertanian, pesisir dan kelautan di seluruh dunia.

“IFAD telah bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dengan
melaksanakan program yang disebut CCDP IFAD, di 13 kabupaten/kota se Indonesia, termasuk Makassar sejak tahun 2013-2014 yang dilaksanakan oleh DKP3 guna membantu dan memberikan bantuan kepada masyarakat pesisir,” katanya.

Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia bersama IFAD selama 2 tahun berturut-turut, Kota
Makassar ditetapkan sebagai pelaksana program terbaik di Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau.

“Prestasi inilah yg menjadi dasar IFAD perna mengundang Pemkot
Makassar dari DKP3 untuk mempresentasikan di kantor pusatnya di Roma Italia, guna mempresentasikan secara langsung progres pelaksanaan
program dan success story Coastal Communiti Development Project (CCDP IFAD),” tuturnya.

Rahman mengungkapkan, kegiatan DKP3 yang dinilai berprestasi, antara lain membentuk 72 kelompok masyarakat di pesisir dan pulau. Setiap kelompok beranggotakan 10 orang dan dibina serta diberi bantuan untuk melakukan berbagai kegiatan.

“Seperti kelompok penangkapan ikan, diberi bantuan perahu jaring dan alat tangkap serta mesin tempel. Kelompok pengolahan hasil-hasil
kelautan dan perikanan, diberikan pemahaman dalam memamfaatkan hasil
laut dengan membuat abon ikan, kerupuk rumput laut, udang ebi dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, Kelompok pembangunan infrastruktur dibina untuk mampu
membangun dan memamfaatkan pondok informasi di pesisir sebagai tempat musyawarah kelompok untuk membahas pembangunan akses dermaga skala
kecil dan akses jalan serta pengadaan air bersih. Adapula, Kelompok pemasaran hasil kelautan dan perikanan.

“Itu ada juga kelompok pelestarian sumberdaya pesisir dan pulau seperti penanaman mangrove rehabilitasi terumbu karang disertai sosialisasi penyadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan
melestarikan ekosistem laut dan pesisir,” sebut Rahman.

Rahman menambahkan, Dinasnya telah membentuk kelompok budidaya ikan
laut, ikan air payau maupun ikan air tawar termasuk ikan hias.

“Hari ini Saya presentasi dihadapan petinggi IFAD dan mereka sangat mengapreseasi kinerja Pemkot dan berjanji akan memberikan bantuan dana
yang lebih besar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di kota
Makassar,” jelas Rahman.

Sementara itu, perwakilan, tim dari IFAD dipimpin oleh Graeme
Macfadyen menyebutkan, pihaknya sangat tertarik dengan kondisi alam khusus pesisir di Makassar.

“Itu sebabya kami memili Makassar sebagai tempat sosialisasi program
kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, besar harapan program tersebut membantu masyarakat pesisir dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat pesisir hobinya menangkap ikan, semoga program ini memberi manfaat,” tutupnya.


Tag
div>