MINGGU , 21 OKTOBER 2018

DKP3 Makassar – CCDP IFAD Kembangkan Ekominawisata Bahari

Reporter:

Editor:

RRS

Rabu , 07 Desember 2016 19:03
DKP3 Makassar – CCDP IFAD Kembangkan Ekominawisata Bahari

int

Editor : Dedy

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kota Makassar yang berada di sebelah selatan Pulau Sulawesi memiliki 14 kecamatan dan 142 kelurahan/desa dengan sebelas pulau kecil. Kota Makassar yang dikenal sebagai gerbang  Indonesia Timur telah mengokohkan diri sebagai salah satu kota besar. Hingga kini,  Pemerintah Kota Makassar terus berupaya  menuntaskan masalah kemiskinan bagi masyarakat yang  hidup di wilayah pesisir dan  berprofesi sebagai nelayan.

Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir (PPMP) atau yang lebih dikenal dengan Coastal Community Development Project – International Fund For Agricultural Development (CCDP IFAD) yang bekerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan proyek pengentasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan dibeberapa daerah yang terpilih salah satunya adalah di Makassar.

Upaya dan metode pemberdayaan terus digalakkan untuk mencari perbaikan dan mengatasi kemiskinan yang sampai saat ini masih begitu kental di wilayah pesisir dan pulau di Kota Makassar.

Di seleksi masyarakat pesisir untuk dibentuk kelompoknya lalu diikutkan di program ini. Ada kelompok pengolahan perikanan, pemasaran, penangkapan, budidaya, infrastruktur dan menangani khusus pelestarian sumber daya telah menerapkan kesetaraan gender dimana pelibatan kaum ibu-ibu atau wanita-wanita pesisir mengelola atau masuk kedalam kelompok yang telah dibentuk. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka terpilih dan telah dilaksanakan kegiatan di 199 kelompok.

Dalam rentang waktu empat  tahun,  proyek ini berjalan di empat kecamatan pesisir di Kota Makassar, yaitu Kecamatan Tamalate, Ujung Tanah, Tallo dan Biringkanayya dengan 15 kelurahan terpilih. Salah satu model pemberdayaan dan pendampingan yang dilaksanakan oleh program CCDP IFAD ialah pembangunan infrastruktur pendukung seperti pembangunan dermaga tracking mangrove.

Ekowisata Mangrove adalah salah satu wisata alam yang banyak dikembangkan diberbagai daerah, sebagai pilihan bagi masyarakat Kota yang sudah bosan dengan pantai dan hiruk pikuk perkotaan.

Pembangunan tracking mangrove  yang terletak di Desa Lantebung,  Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea merupakan campur tangan program CCDP IFAD yang masuk pada awal tahun 2015 di desa tersebut. Kucuran dana sebanyak Rp100 juta melalui metode pendampingan dan pemberdayaan kelompok infrastruktur.

Tracking Mangrove Desa Lantebung ini bisa ditempuh dalam waktu 45 menit (jika berangkat dari pusat Kota Makassar) dengan kendaraan roda dua  ataupun roda empat, tanpa harus menyeberang lagi dengan menggunakan perahu.

Tracking Mangrove Desa Lantebung merupakan tempat wisata pertama di Kota Makassar dengan mengusung gaya eksotik alam mangrove kekinian. Tempat ini sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin hunting foto atau ingin menikmati track  jembatan kayu dan pemandangan pohong mangrove. Dijamin,  akan membuat hati sejuk dan tenang. (humas)

 


div>