SENIN , 16 JULI 2018

DLH Makassar Warning Parpol dan Cakada

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Februari 2018 12:15
DLH Makassar Warning Parpol dan Cakada

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

* Tidak Pasang Atribut di Pohon Dengan Cara Dipaku

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mewarning kepada partai politik dan tim pememangan Calon Kepala Daerah (Cakada) yang masih memasang atribut dipohon dengan cara memaku diberbagai titik jalan yang ada di Kota Makassar.

Pihak DLH mengaku telah melayangkan surat edaran kepada seluruh pihak terkait utamanya para pimpinan daerah partai politik. Meski demikian, masih ada pihak terkait enggan mengindahkan untuk mencabut atributnya di pohon seperti halnya sepanjang Jalan Andi Pangerang Pettarani.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Makassar, Azis Hasan mengatakan terkait atribut yang dipasang dengan cara dipaku. Pihaknya, kata dia, telah meluncurkan surat edaran kepada pihak terkait utamanya kepada pimpinan partai.

“Saya sudah buatkan surat teguran, khususnya kepada pimpinan partai, karena saya lihat kalau kandidat sudah mulai agak paham, ada surat kemarin saya sudah tandatangani dan sudah diluncurkan kepada seluruh pimpinan partai,” kata Aziz, Rabu (21/2) kemarin.

Selain itu, sambung Azis, ketika surat edaran tersebut belum diindahkan, maka pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif.

“Selain surat edaran disebarkan agar mencabut atributnya kami juga akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada pihak terkait untuk sama-sama mencabut atributnya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah dua hari terakhir turun ke lapangan untuk mencabut atribut yang di pasang pada pohon dengan cara dipaku.

Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (Kabid RTH) Bahar Chambolong, mengatakan sebenarnya pihak DLH telah membuat surat edaran agar pihak terkait yang telah memasang atribut dengan cara dipaku agar segera dicabut.

“Kita sudah surati, untuk mencabut atributnya kembali dengan waktu 2×24 jam dan kita himbau keseluruhan partai politik untuk tidak memasang atribut dipohon dengan cara memaku,” kata Bahar

Lanjut, Bahar mengatakan jika batas waktu yang telah diberikan kepada pihak terkait tidak mencabut atributnya maka akan dilakukan pencabutan secara terpaksa. “Kalau masih terpasang setelah batas waktu yang diberikan terpaksa kita cabut utamanya partai,” pungkasnya. (*)

 


div>