RABU , 20 JUNI 2018

Doa Senjata Orang Mukmin

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 23 Mei 2018 15:18
Doa Senjata Orang Mukmin

int

Oleh : Hj Erna Rasyid Taufan SE MPd

Memulai tulisan kedua saya dalam rubrik ini, dengan sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Doa adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR Abu Ya’la). Doa juga merupakan otak atau inti ibadah, lanjut Rasulullah, “Doa itu adalah otaknya ibadah.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi). 

Setelah segala usaha seorang hamba Allah telah maksimal, bukan berarti ia harus terpuruk dengan keadaan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d: 11). 
Kutipan perkataan Allah ini, adalah sebuah petunjuk bagi seorang Mukmin untuk tetap berjuang maksimal, termasuk berdoa semaksimalnya. Hal ini, agar segala upaya yang telah dilakukan dikabulkan Allah SWT lewat doa kita. 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad Saw) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi seruan-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran” (QS. Al Baqarah: 186).

Apa lagi yang harus kita ragukan berusahalah, lalu kemudian berdoa dengan bertawakkal sepenuhnya kepada Allah Swt, maka doa kita pasti dikabulkan. 

Kadang-kadang seorang hamba setelah berusaha keras, namun doanya tidak kunjung dikabulkan mereka lalu cepat putus asa, padahal seorang hamba yang dalam posisi telah berusaha maksimal, berdoa dan bertawakkal, maka Insya Allah doanya diijabah. Mengapa??? karena pada saat tawakkal segala kekuatan manusia berada pada posisi lemah, pasrah pada kehendak Allah, maka di situlah kemudian muncul suatu kekuatan yangg maha tunggal, yang amat besar dan tak tertandingki oleh siapapun dan apapun yaitu KEKUATAN ALLAH SWT.

Siapakah yang dapat melawan kekuatan Allah? tentu kita akan sepakat mengatakan TIDAK ADA, sehingga seorang hamba di puncak kelemahannya, di puncak ketakutannya, kekhawatirannya, kesedihannya, tentu sangat dianjurkan berdoa dengan Laa Hawla Walaa Quwwata Illabillah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

Adapun doa kita pada saat orang merencanakan perbuatan jahat kepada kita, maka cukup diulang-ulang dengan salah satu potongan ayat Al-quran. “Wamaku wamakarallah wallahu khairul makirin”. Artinya, mereka punya rencana (maksudnya orang-orang jahat), kita punya rencana dan Allah pun punya rencana dan sebaik-baik rencana adalah rencana Allah. 

Nah setelah kita paham akan doa itu, kita hendaknya menyerahkan keputusan itu kepada Allah Ta’ala. Perlu diingat apapun bentuk dari hasil keputusan itu kita terima dengan lapang dada walalupun kadang-kadang tidaj sesuai dengan kehendak kita karena itulah yang terbaik bagi kita.

Sebagaimana firman Allah: 

 شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216) 

Serangkaian ayat Allah dalam Aqur’an sebagai bukti bahwa seorang mukmin harus banyak berdoa. Yakinlah dengan banyak berdoa, Allah akan semakin dekat. Jika Allah semakin dekat dengannya, segala permintaan apapun akan dikabulkan, kenapa? Dalam hadis dikatakan, Allah malu jika ada orang berdoa kepada-Nya, tetapi tidak Dia kabulkan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Allah malu apabila ada hamba-Nya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya), lalu dibiarkan kosong dan kecewa.” (HR Al-Hakim).

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang ikhlas berdoa dan menyerahkan diri Kepada-Nya.  

Menutup “perjumpaan” kita dalam Ramadan Bersama Erna Rasyid Taufan (2), ijinkan saya secara pribadi menyampaikan, jika kekuatan doa benar adanya. Doa adalah senjata kita, senjata bagi orang-orang Mukmin. Kita akan bersua kembali dalam ” Hikmah di Balik Peristiwa”. Wassalamu Alaukum Warahmatullahi wabarakatuh. (*)


div>