RABU , 15 AGUSTUS 2018

Dokter Deby: Film ACI Mengangkat Budaya Bugis Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 12 Desember 2017 10:54
Dokter Deby: Film ACI Mengangkat Budaya Bugis Makassar

Hari kedua syuting Film Assalamu Alaikum Calon Imam diperankan Dokter Deby Vinski (kiri). foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Film Assalamu Alaikum Calon Imam (ACI) yang diadaptasi dari novel karya Ima Madaniah melakukan kick off dengan memilih syuting perdana di Kota Makassar.

Salah satu pemain yang ikut terlibat dalam film ini, adalah Dokter Deby Vinski, yang pulang kampung ikut main sebagai cameo.

“Saya yakin film Assalamu Alaikum Calon Imam ini, bisa box office. Kekuatan cerita dengan mengangkat konten lokal Bugis Makassar serta pemain yang artis jaman now akan membuat film ini memperolah label box office,” ujar Deby yang juga saat menjabat sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia (World Council of Preventive Medicine atau WOCPM berkedudukan di Prancis.

Sementara, Sutradara Assalamu Alaikum Calon Imam, Findo Purnomo, mengatakan, alasan memilih Makassar sebagai lokasi syuting perdana, karena memiliki potensi amat besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

“Apalagi, saat ini sineas Bugis Makassar sedang menggeliat, seperti Film Sumiati, Film Uang Panai, Film Silariang serta film lainnya yang mendapat respon luar biasa,” ujar Findo yang juga sutradara Sinetron Ganteng Ganteng Serigala.

Tercatat pemain Natasha Rizki, Miller Khan, Andi Arsyil, Leroy Osmani, Rheina Ipeh, Hessel Steven, Defwita Zumara, Rere Reva Mustafa, Keke Suryo, Dokter Deby Vinski ikut membintangi Film Assalamu Alaikum Calon Imam yang merupakan kolaborasi sineas Jakarta dan Bugis Makassar, yakni Prized Production dan Vinski Production.

“Beberapa pemain Makassar termasuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ikut main sebagai cameo,” ujar Wacyudi Muchsin, Eksekutif Produser Film Assalamu Alaikum Calon Imam yang juga pernah sukses lewat Film Uang Panai.

Film ini sendiri adalah bercerita tentang cinta, tapi bukan cinta buta. Ini cinta yang semata karena Allah. Semua keputusan diambil demi ridha Allah. Dimana dalam menceritakan sosok Fisya dan Alif adalah contoh sepasang kekasih yang cintanya tumbuh seiring waktu karena meyakini bahwa Allah akan membukakan jalan bagi mereka yang yakin.

“Selain itu, beberapa scene banyak mengangkat kehidupan aktivitas dunia kedokteran dalam menangani pasien,” ujar Dokter Yudi. (***)


div>