SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Dokter Gigi tak Selalu Harus Berikan Obat ke Pasien

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 11 Maret 2017 18:55
Dokter Gigi tak Selalu Harus Berikan Obat ke Pasien

int

RAKYATSULSEL.COM – Dokter gigi dan dokter pada umumnya harus memahami berbagai jenis obat dan implikasinya pada pasien. Walaupun dikatakan dokter gigi hanya perlu tahu tentang obat analgesik-antiinflamasi, antibiotik, dan obat kumur, hal itu tak sepenuhnya benar.

Saat seorang dokter gigi menghadapi pasien dengan keluhan dalam rongga mulut, dokter gigi tidak hanya memberikan obat apa yang akan diberikan pada pasien namun juga harus memerhatikan apakah obat memang diperlukan, obat yang sedang dikonsumsi pasien, kondisi pasien, dan riwayat obat yang dikonsumsi pasien.

Selain pemahaman indikasi dan kontra-indikasi obat, dokter gigi harus paham tentang efek yang tidak diharapkan, interaksi obat dan tentang harga obat yang akan diberikan pada pasien.

“Oleh karena itu pemahaman farmakologi (ilmu yang mempelajari tentang obat) menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dokter gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi,” kata Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI) Dewi Fatma Suniarti, Sabtu (11/3).

Menurutnya saat dokter gigi berhadapan dengan pasien dengan kasus apapun, setelah anamnesis, pemeriksaan oral maupun penunjang dilakukan, maka diagnosa harus ditegakkan. Kemudian dokter gigi menentukan perlu tidaknya memberikan obat pada pasien. “Tidak semua kasus di bidang kedokteran gigi perlu diberikan obat, baik lokal atau sistemik,” tegas Dewi.

Tidak ada aturan seorang dokter gigi harus memberikan tiga serangkai obat analgesik-antiinflamasi, antibiotik, dan obat kumur. Namun pada saat obat perlu diberikan, dibutuhkan pemahaman farmakologi untuk meningkatkan kualitas dokter gigi dalam pelayanannya.

“Selain pemahaman jenis obat, indikasi, kontra-indikasi, efek samping, interaksi obat serta harga obat, maka pemberian obat harus sesuai dengan kondisi pasien dengan prosedur yang benar yang dikenal sebagai pengobatan tradisional. (cr1/JPG)


div>