SABTU , 20 OKTOBER 2018

Dokter Lula Kamal: Lebaran Bukan Balas Dendam Makan!

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 Juni 2018 10:30
Dokter Lula Kamal: Lebaran Bukan Balas Dendam Makan!

Dokter Lula Kamal bicara soal batasi pola makan saat Idul Fitri. (Instagram)

RAKYATSULSEL.COM – Lebaran jangan menjadi pesta makan. Itulah pesan yang ditegaskan dokter cantik sekaligus artis dan presenter Lula Kamal. Lula tak bosan-bosan memberikan edukasi agar setiap orang bisa menjaga pola makannya sesuai gizi seimbang.

Saat Lebaran, di rumahnya pun pasti tersedia aneka makanan utama serba santan hingga makanan penutup (dessert) penuh gula. Pastinya juga tinggi kalori. Maka None tahun 1990 itu berpesan agar setiap orang ingat diri untuk membatasi pola makan.

“Boleh dong shopping makan setahun sekali. Sehari itu saja saat Lebaran boleh makan ini itu dengan porsi yang tetap dibatasi. Asal jangan berhari-hari makan tinggi kalori sepanjang libur Lebaran,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (12/6).

Lula menjelaskan selama satu bulan penuh seseorang sudah berhasil menahan dan mengendalikan pola makan dengan bonus Ramadan. Jangan sampai saat Lebaran usaha itu kembali sia-sia.

“Ketika berat badan sudah agak turun, kolesterol terkendali, eh saat Lebaran malah dendam tak terkontrol,” tukasnya.

Apalagi bicara makna Lebaran, tentu Lula memaknainya sebagai ajang silaturahmi. Semua keluarga, kerabat, hingga teman berkumpul bersuka cita. Banyak hidangan makanan dan minuman manis di sana.

“Kue kering itu kecil-kecil tapi temannya banyak. Bukan soal batasnya berapa banyak, tapi berapa macam yang kita ambil? Mampir ke rumah saudara pasti cicip, ke tetangga cicip, ke rumah teman cicip,” katanya tertawa.

Maka Lula berpesan kuncinya adalah bisa belajar membatasi diri. Batas toleransinya adalah satu hari saat Lebaran hari H saja, selebihnya harus diseimbangkan dengan sayur.

Lalu apa rencana sang dokter bersama keluarga pada Lebaran tahun ini? Lula mengungkapkan dirinya hanya berada di Jakarta saja. Tak ada yang spesial juga dalam menyiapkan tema busana Lebaran.

“Lebaran enak di Jakarta saja, justru jalanan lancar,” tuturnya.

(ika/JPC)


div>