SELASA , 12 DESEMBER 2017

Dokter Mogok Kerja, Ombudsman Minta Layanan UGD Tetap Beroperasi

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Senin , 09 Oktober 2017 21:17
Dokter Mogok Kerja, Ombudsman Minta Layanan UGD Tetap Beroperasi

Rapat Evaluasi kasus Aksi Mogok Dokter RSU Regional 3

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar melakukan mogok kerja. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk tuntutan kurangnya fasilitas yang disediakan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulbar.

Para dokter tersebut menilai kondisi rumah RSUD Regional tidak standar dan beresiko untuk pasien karena Bahan Habis Pakai (BHP) penunjang tidak optimal.

Terkait hal itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman mengatakan mogok kerja tersebut harus disikapi dengan bijak dan bisa membuka mata melihat tuntutan para dokter.

Menurutnya, aksi tersebut murni karena tuntutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Akan tetapi, kata dia, pihaknya selaku pengawas pelayanan publik, meminta dengan tegas agar pelayanan yang tidak berkaitan langsung dengan keluhan para dokter agar tetap dibuka, seperti pelayanan gawat daurat.

“Bisa kita bayangkan jika fasilitas penjunjang seperti laboratorium, radiologi dan alat serta prasarana ruang operasi yang tidak memadai bahkan tidak standar, ini sangat miris jika melihat antusias mayarakat dengan berbagai diagnosa penyakit datang berobat ke RUSD regional, sehingga kami berharap ada upaya tanggap dari pemerintah provinsi Sulbar untuk meredam masalah ini,” kata Lukman, Senin (09/10/17).

Lukman menambahkan, Ombudsman akan melakukan proses tindaklanjut atas kejadian agar tidak berlarut-larut. “Kami berharap aksi mogok kerja para dokter ini, bisa menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan manajemen rumah sakit regional kedepan,” pungkasnya. (*)


div>