SENIN , 16 JULI 2018

Dongkrak Perkembangan Ekonomi, ITH Ditarget Jadi Stimulan Industri IT di Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 21 Juni 2018 09:21
Dongkrak Perkembangan Ekonomi, ITH Ditarget Jadi Stimulan Industri IT di Parepare

int

– Penerimaan Maba Tunggu Ijin Operasional Kemenristek Dikti dan Kemenkeu

PAREPARE, RAKSUL.COM-Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kota Parepare bertekad menjadikan kota ini sebagai mercusuar pendidikan di Utara Sulawesi Selatan. Tekad tersebut juga didukung adanya tokoh nasional yang menjadi inspirasi. 

Parepare memiliki tokoh nasional yang sudah sangat dikenal di seluruh Indonesia dan dunia dengan keberadaan Presiden RI ketiga Prof DR Ing BJ Habibie yang kini menginspirasi Pemerintah Kota Parepare dalam membangun daerahnya, termasuk membangun Institut Teknologi Habibie (ITH) yang kini dalam tahap pelaksanaan, termasuk pembebasan lahan.

Pembangunan ITH ini nantinya, diyakini akan memberikan pengaruh ‘multiplier effect’ bagi perkembangan ekonomi Parepare.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Parepare, Zulkarnain, efek hadirnya ITH nantinya tidak hanya berdampak pada perekonomian Parepare, tetapi Sulsel secara umum.  Apalagi kata dia, mahasiswa ITH tidak hanya datang dari daerah-daerah di Sulawesi Selatan, tetapi juga akan berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga akan tumbuh sektor ekonomi ikutan, seperti transportasi, perumahan, khususnya rumah kos, perdagangan dan sektor ekonomi real lainnya.

“ITH Parepare diharapkan menstimulasi lahirnya industri ikutan di bidang teknologi informasi (IT) baik  perangkat keras maupun perangkat lunak. ITH diharapkan dapat menjadi incubator bagi pengembangan industri Teknologi Informasi dan Komuniasi guna mewujudkan harapan Bapak Prof DR BJ Habibie saat melakukan pencanangan pembangunan rektorat ITH, yang menginginkan Parepare ke depan menjelma menjadi Silicon Valley (lembah Silikon) Indonesia,” papar Zulkarnain.

Sementara dalam pembangunan ITH atau Perguruan Tinggi Negeri ini mengacu pada Perpres No. 152 tahun 2014 tanggal 27 Oktober 2014. Untuk komitmen tersebut, Pemerintah Daerah telah menyiapkan Gedung Pemuda sebagai Gedung Rektorat yang telah direnovasi termasuk Gedung Eks DPRD sebagai ruang perkuliahan awal beserta penyiapan lahan untuk kampus seluas 34 Ha. 

Penyiapan anggaran sebesar Rp 3,6 M untuk operasional 9 prodi. Ketersedian gedung dan lahan dimaksud menjadi syarat aset awal bagi ITH untuk diberikan izin operasional beserta penetapan kelembagaannya. 

“Hal yang menjadi kendala juga saat ini karena posisi ITH adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sehingga memerlukan pembiayaan pada APBN melalui Kemenkeu, di mana di sisi lain kondisi keuangan negara masih tahapan efesiensi sangat tinggi, sehingga saat ini kita masih menunggu ijin operasional dari Kementerian Riset dan Dikti bersama Kemenpan RB serta Kemenkeu. Bila hal ini telah keluar maka kita dapat melakukan penerimaan mahasiswa baru,” ulas Zul, sapaannya. (*)


div>