RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dorong Pemilu Berdaulat, Bawaslu Sulsel Gelar Sosialisasi di Bantaeng

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 16:05
Dorong Pemilu Berdaulat, Bawaslu Sulsel Gelar Sosialisasi di Bantaeng

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menggelar sosialisasi pengawasan Partisipatif Partai Politik, OMS dan Media Massa Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, di Hotel Ahriani, Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Bantaeng, Rabu (17/10).

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menggelar sosialisasi pengawasan Partisipatif Partai Politik, OMS dan Media Massa Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, di Hotel Ahriani, Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Bantaeng, Rabu (17/10).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin mengapresiasi kegiatan tersebut karena menciptakan pemilih yang semakin baik sehingga Pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman.

” Saat ini banyak berita yang menyesatkan dalam Media Sosial yang menjadikan suhu politik naik dikarenakan banyaknya berita hoax dan para pendukung Capres – Cawapres saling mencaci maki dan saling menjatuhkan,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggara tetap konsisten dalam tugas – tugasnya, sehingga Pemilu dapat berjalan aman damai dan sejuk.

” Diharapkan Penyelenggara tetap konsisten dalam memberikan pendidikan politik kepada Masyarakat agar Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu 2019 dapat berjalan secara maksimal,” harapnya.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Asri Yusuf, SH, MH mengatakan bahwa sebagai konsekuensi negara hukum yang demokratis dan Pemerintahan Presidensial tidak ada alasan untuk tidak melakukan Pemilu dalam memilih Pemimpin.

” Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat dalam menentukan Pemimpin yang dilaksanakan secara Jurdil sesuai dengan UUD 1945. Bawaslu lahir dalam tiga fungsi yaitu fungsi Pencegahan, fungsi Penindakan dan fungsi penyelesaian Sengketa. Untuk fungsi pencegahan tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu saja namun semua masyarakat bisa melakukannya dengan pengawasan secara partisipatif,” bebernya.

Dia menjelaskan, Bawaslu juga bertugas untuk melindungi hak konstitusional warga negara untuk memilih dan dipilih sesuai konstitusi yang berlaku selagi hak warga negara tersebut tidak dicabut.

” Money politik adalah cikal bakal terjadinya tindak pidana korupsi untuk itu diharapkan masyarakat tidak menjual dirinya dengan sedikit uang karena hal tersebut sangat bertentangan dengan hukum serta dapat merusak sistem Pemerintahan,” jelasnya.

Prof. Dr. Sufirman Rahman yanga merupakan Akademisi ini membawakan materi dengan ” Tema Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019 ” mengatakan ada tiga pokok kekuasaan dalam Negara Demokrasi yaitu Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.

” Pemilu adalah sarana bagi rakyat untuk menunjukkan bahwa rakyat adalah yang berdaulat,” ujarnya.

Baginya, penyelenggaraan Pemilu harus diawasi karena pelaksanaan Pemilu belum tentu Jurdil dan transparan. Untuk pengawasan semua tahapan Pemilu, peran aktif masyarakat sangat diperlukan hal ini disebabkan terbatasnya Sumber Daya yang dimiliki oleh Bawaslu.

” Pemilu 2019 saat ini berlangsung Panas dikarenakan banyaknya Caleg dan Parpol yang saling berkompetisi untuk memperoleh suara masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan ada tiga cara mendorong Partisipatif Masyarakat dalam Pemilu secara sukarela.

” Yang pertama memberikan informasi awal kepada Masyarakat terkait Pemilu, kedua, banyak melakukan pendekatan secara agama maupun budaya dan ketiga, melibatkan Lembaga Formal untuk sosialisasi terkait pelaksanaan Pemilu,” jelas dia.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Amrayadi, SH mengatakan tugas pengawasan adalah tugas yang berat karena disamping memantau juga harus mengkaji, memeriksa, menilai dan memutuskan yang terkadang putusan tersebut tidak mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.

” Perlunya bekerjasama dalam pengawasan adalah karena keterbatasan personil dan luasnya wilayah dalam pengawasan. Tujuan Pengawasan untuk memastikan terselenggaranya Pemilu secara Jurdil, dan luber, mewujudkan Pilihan yang demokratis, dan menegakkan integritas,” kata dia.

Menurut dia, komponen utama Pendukung Pemilu Jurdil yaitu penyelenggara yang kompeten, kredibel dan berintegras, Pemilih yang berintegritas, masyarakat sipil yang berintegritas, dukungan Pemerintah yang berintegritas dan Parpol/Kandidat yang berintegritas

” Bentuk pengawasan partisipatif dengan ikut memantau pelaksanaan pemilu, melakukan kajian terhadap persoalan kepemiluan, ikut mencegah terjadinya pelanggaaran, menyampaikan laporan pelanggaaran Pemilu, menyampaikan informasi dugaan pelanggaaran Pemilu, dan mendukung ketaatan peserta,” jelasnya.

Dia juga berharap, agar senantiasa media massa memberitakan pemberitaan yang konstruktif dan dapat mengedukasi masyarakat.

” Berharap media memberitakan pemberitaan yang konstruktif dan edukasi dalam Pemilu 2019 ini, agar situasi dan kondisi khususnya di Bantaeng berlangsung kondusif,” pungkas dia.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Bawaslu Bantaeng, Muhammad Saleh, Komisioner Bawaslu Bantaeng, Nuzuliah Hidayah, puluhan orang dari Pengurus/LO Parpol Peserta Pemilu, OKP, dan Tokoh Masyarakat . (*)


div>