SENIN , 18 JUNI 2018

DP2 Siaga Olahan Daging Berpenyakit

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 06 Juni 2017 13:21
DP2 Siaga Olahan Daging Berpenyakit

Ilustrasi. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar akan melakukan operasi di sejumlah pasar tradisional dalam waktu dekat ini. Ini dalam rangka mengantisipasi olahan daging hewan berpenyakit jelang lebaran.

Kepala DP2 Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan untuk mengantipasi daging berpenyakit, pihaknya telah menyediakan dua unit kendaraan animal care untuk beroperasi di sejumlah pasar.

Pemeriksaan yang dilakukan pihaknya merupakan permintaan masyarakat. Armada ini dipakai untuk memback-up pasar modern untuk memeriksa kualitas ikan dan ayam serta bahan olahan daging hewan lainnya.

“Alhamdulillah, fasilitas baru optimal beroperasi jelang lebaran. Animal care ini bersifat mobile untuk melakukan pemeriksaan, seperti Carrefour dan Hypermart yang ditaruh di halamannya,” ujar Rahman diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (6/6).

“Mobil yang bersifat sosial ini, akan lebih intens mengambil sampel daging dan darah,” tambahnya.

Menurut Rahman, selama ini, sejumlah pedagang melakukan permainan harga serta penyediaan daging beku kepada konsumen.

“Saya menghimbaukan kepada seluruh pedagang, secara moral dan nurani jangan permainkan stok dan membekukan. Kedua, kita berharap masyarakat tetap jangan panik bahwa kurang daging ayam di pasar, karena dari hasil pemantauan, Bulog menyediakan 10 ton daging menjelang lebaran,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Dia mengaku, akan melakukan pemantauan rutin di lapangan. Bahkan, pihaknya membawa alat PH meter untuk mengukur layak atau tidak daging yang diperjual belikan.

“Jika ada ditemukan ikan atau daging yang tak layal dikonsumsi akan disita barangnya,” terangnya.

Dia menjelaskan, ada berbagai cara mengetahui daging yang tak berkualitas atau berpenyakit. Diantaranya, aroma yang tak sedap dan warna kulit yang berbeda.

“Kalau dagingnya keluar dari pembekuan itu akan berubah warna karena dia terkontaminasi dengan suhu dalam ruangan dibawah 60 derajat celcius. Jadi seharusnya yang mereka lakukan itu, memotong pada subuh hari agar dagingnya tetap segar,” pungkasnya. (***)


div>